Perjalanan ke pulau Padar; jejak langkah di antara bukit dan lautan
📅 Sabtu, 31 Mei 2025, 17:40 WIB | Oleh: SujarDi lokasi itu, waktu terasa lebih santai. Tubuh yang penuh dengan keringat akibat sengatan Matahari terasa hilang begitu saja, ketika menceburkan diri ke dalam air laut yang jernih dan indah.
Sejumlah wisatawan berenang di air sebening kristal, menyelam dangkal (snorkeling) untuk melihat terumbu karang yang kaya warna, atau sekadar berjalan menyusuri garis pantai yang fotogenik.
Pink Beach bukan hanya tempat untuk menikmati pemandangan, tapi juga tempat untuk merenung dan menyatu dengan alam.
Saking asyiknya berenang dan berfoto, tidak terasa sang Mentari mulai perlahan-lahan turun ke peraduannya. Sang Mentari, berusaha mengingatkan kepada wisatawan untuk segera kembali ke penginapan, setelah seharian menikmati keindahan alam di kawasan TN Komodo itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kapal cepat pun kembali ke Labuan Bajo, menyusuri laut Flores yang kini memantulkan warna keemasan pada sore hari.
Perjalanan panjang mulai dari Pulau Padar, Pulau Komodo, lalu Pink Beach bukan sekadar wisata, tapi sebuah perjalanan jiwa untuk menapaki keindahan alam, menyentuh sejarah kehidupan purba, dan merasakan betapa kayanya Nusa Tenggara Timur.
“Keindahan yang saya dan keluarga rasakan hari ini tidak pernah kami lupakan, mungkin kami akan kembali lagi ke sini, suatu hari nanti,” ujar Martin Shanen, wisatawan asal Inggris yang ditemui di Pink Beach.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!