Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perjalanan ke pulau Padar; jejak langkah di antara bukit dan lautan

📅 Sabtu, 31 Mei 2025, 17:40 WIB | Oleh:

Data di pos penjagaan menunjukkan bahwa wisatawan yang berkunjung ke Pulau Padar sejak April 2025 mulai mengalami peningkatan. Di hari Senin hingga Jumat jumlah kunjungan wisatawan berkisar dari 500 hingga 600 orang.

Sementara di hari Sabtu serta Minggu, jumlah wisatawan bisa mencapai 1.500 orang per hari, Saat ini juga adalah momen tingginya wisatawan.

Pulau Padar bukan hanya tentang keindahan lanskap. Ia adalah tentang perjalanan tentang bagaimana pagi dimulai dengan penuh semangat, bagaimana setiap langkah mendekatkan kita pada keagungan semesta, dan bagaimana pulang membawa hati yang lebih lapang.

Menyusuri jejak purba

Perjalanan menyaksikan keindahan alam dan pantai di Kawasan Taman Nasional (TN) Komodo masih berlanjut usai dari Pulau Padar. Kali ini, lokasi selanjutnya adalah Pulau Komodo.

20250531172240_Perjalanan-ke-pulau-Padar-2.jpgSeekor Komodo (Veranus Komodoensis) sedang berjemur di pesisir pantai Pulau Komodo, Taman Nasional (TN) Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (23/5).

Rumah “sang naga purba” yang melegenda. Lautan biru terbentang luas, namun semangat para pengunjung tetap menyala, setelah mendaki bukit-bukit Padar yang memukau.

Sekitar 30 menit perjalanan, dermaga Loh Liang di Pulau Komodo mulai terlihat. Petugas dari Balai Taman Nasional Komodo menyambut kedatangan wisatawan.

Setelah menjelaskan rute untuk menyaksikan langsung Komodo (Veranus Komodoensis), ranger Komodo di Pulau Komodo bernama Abdul menjelaskan bahwa ada tiga rute untuk menyaksikan secara langsung Komodo di pulau tersebut.

Rute pertama berjarak sekitar empat kilometer dengan waktu tempuh 120 menit. Rute kedua berjarak 2,5 kilometer dengan waktu tempuh 60 menit dan rute ketiga berjarak 1,7 kilometer dengan waktu tempuh 45 menit.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk melihat Komodo, berjarak sekitar kurang lebih satu kilometer, sudah terlihat sejumlah wisatawan berkerumun di satu tempat yang luas, sebuah kubangan, tempat komodo biasa mencari minum.

Tubuhnya kokoh, sisik tebal, dan lidah bercabang yang sesekali dijulurkan membuat bulu kuduk merinding. Ada rasa takut yang bercampur takjub, menyaksikan makhluk purba ini di habitat aslinya, bukanlah pengalaman biasa.

Namun sayang, tangan bagian kanan bengkak sebesar paha orang dewasa, dan membuatnya sulit untuk bergerak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

14 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.