Dukung Industri Film, Wali Kota Makassar Soroti Dampak Ekonomi Kreatif
📅 Jumat, 30 Mei 2025, 07:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Makassar - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyebut industri perfileman mampu menumbuhkan ekonomi kreatif apabila digarap secara optimal dengan melibatkan berbagai pihak.
Hal itu diucapkannya saat menerima audiensi Indora Global, Rumah Semut Film dan DFI yang membahas rencana produksi karya "Film lokal The Movie 2026" baru-baru ini.
Pertemuan ini menjadi langkah awal kolaborasi antara insan perfilman dengan Pemkot Makassar untuk menghadirkan karya yang mengangkat nilai-nilai budaya, potensi lokal Kota Makassar.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melalui keterangannya di Makassar, Kamis, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan industri kreatif di Kota Makassar. Ia menilai sektor ini memiliki potensi besar, terutama dengan banyaknya lokasi menarik yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat syuting.
"Kami sangat mendukung industri kreatif di Makassar, apalagi ada beberapa spot bisa dimanfaatkan untuk syuting. Kita angkat beragam hal keunikan di Kota Makassar," ujar Munafri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan langkah ini, Munafri berharap Makassar semakin dikenal luas melalui karya-karya kreatif yang dihasilkan oleh pelaku industri perfilman di kota ini.
"Kita ingin kembangkan potensi yang ada di Makassar, terutama ide dan gagasan kreatif. Artinya, semua perlu berjalan bersama-sama mengawal pembangunan," ujarnya.
Istilah "The Movie" secara umum digunakan sebagai judul tambahan untuk sebuah film yang merupakan adaptasi, lanjutan, atau versi layar lebar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Inisiator film Fachrul Muchksen menyampaikan bahwa film ini tidak hanya mengangkat kisah kehidupan masyarakat di lorong tetapi juga merepresentasikan perjuangan masyarakat Kota Makassar dari sudut pandang budaya.
"Dari perspektif budaya, film ini menunjukkan bagaimana masyarakat berjuang di tengah kerasnya kehidupan perkotaan. Film bisa menjadi media yang menghadirkan inspirasi," ujar Fachrul.
Judul Anak Lorong The Movie dipandang menarik dan memiliki daya tarik kuat, khususnya dari sisi narasi lokal yang berpotensi mendapat perhatian dari Kementerian Kebudayaan.
Selain itu, keterlibatan tim produksi sebagai anggota Koperasi Merah Putih dinilai sejalan dengan program-program yang digagas Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Fachrul juga mengapresiasi peran Kota Makassar sebagai sentral produksi film di Indonesia Timur.
Dia menyebut sejak tahun 2014, Makassar telah menjadi pusat produksi film, dimulai dari kesuksesan Uang Panai yang memenangkan Indonesia Box Office Movie Award.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!