PSG Siap Akhiri Penantian Panjang di Final Liga Champions
📅 Kamis, 29 Mei 2025, 08:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
PARIS - Setelah hampir 15 tahun investasi besar-besaran dari pemilik asal Qatar, Paris Saint-Germain (PSG) akhirnya berada di ambang meraih trofi Liga Champions yang telah lama mereka idam-idamkan. Final melawan Inter Milan, Minggu (1/6) dini hari WIB di Munich menjadi momentum emas bagi klub ibu kota Prancis itu.
Sejak diambil alih Qatar Sports Investments (QSI) pada tahun 2011, PSG berubah dari tim papan tengah menjadi raksasa Eropa dengan kekuatan finansial luar biasa. Lebih dari dua miliar euro digelontorkan untuk belanja pemain, namun hingga kini trofi Si Kuping Besar belum juga mendarat di Parc des Princes.
Namun musim ini segalanya berbeda. Di bawah arahan Luis Enrique, PSG tampil sebagai tim muda yang dinamis dan menyatu secara kolektif. Mereka menyapu bersih gelar domestik—Ligue 1, Coupe de France, dan Trophée des Champions—dan kini melangkah ke final Eropa dengan status favorit.
“Ini adalah tim paling komplet yang pernah kami hadapi," puji pelatih Liverpool, Arne Slot, setelah timnya disingkirkan PSG di babak 16 besar Maret lalu.
Kesuksesan musim ini berakar dari keputusan penting tahun lalu: melepas Neymar dan Lionel Messi. Keduanya dinilai tak lagi sesuai dengan arah baru klub yang mengutamakan kebugaran, energi muda, dan semangat kolektif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Luis Enrique ditunjuk menggantikan Christophe Galtier dan segera merevolusi skuad. Meski ditinggal Kylian Mbappé yang menyatakan hengkang pada akhir musim, sang pelatih asal Spanyol tetap percaya diri.
“Musim lalu kami sudah jadi tim yang solid. Sekarang kami lebih baik secara statistik, meski tanpa Mbappé," katanya pekan lalu.
PSG kini bertumpu pada talenta muda seperti Willian Pacho, Joao Neves, Bradley Barcola, dan Desire Doue. Bahkan Ousmane Dembélé, yang sempat diragukan, menjelma jadi predator tajam dengan 33 gol musim ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kedatangan Khvicha Kvaratskhelia dari Napoli pada Januari melengkapi skuad yang kini dipimpin oleh kapten veteran Marquinhos (31), pemain tertua di tim.
Presiden klub, Nasser Al-Khelaifi, menyatakan kebanggaannya atas transformasi PSG. “Bintang baru di PSG adalah tim itu sendiri. Kami telah membangun fondasi kuat untuk masa depan,” ujarnya kepada media Jerman.
Luis Enrique menyebut final ini sebagai target yang sudah dipancang sejak awal musim. “Kami sudah menandai pertandingan ini di kalender sejak pramusim. Sekarang kami tiba dalam kondisi prima, penuh kepercayaan diri, dan siap mencatat sejarah,” katanya akhir pekan lalu.
PSG hanya sekali mencapai final sebelumnya, yakni pada tahun 2020 saat dikalahkan Bayern Munich dalam stadion kosong akibat pandemi. Kali ini, mereka kembali ke kota yang sama, dengan harapan berbeda dan keyakinan lebih besar.
Kini tinggal selangkah lagi menuju puncak. Jika berhasil, PSG tak hanya akan mencetak sejarah, tetapi juga menegaskan bahwa masa kejayaan mereka bukan soal uang—melainkan soal visi dan keberanian mengubah arah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!