Pelepasan Burung Perkutut Warnai Peringatan Kenaikan Yesus Kristus di GKJ Gondokusuman
📅 Kamis, 29 Mei 2025, 12:45 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ESP
YOGYAKARTA — Lebih dari 2.000 jemaat mengikuti ibadah peringatan Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Gondokusuman, Yogyakarta, Kamis (29/5). Peringatan yang berlangsung dalam dua sesi ini ditutup dengan prosesi simbolik berupa pelepasan burung perkutut, yang untuk pertama kalinya digelar dalam tradisi gereja tersebut.
Ibadah sesi pertama digelar pukul 07.00 WIB dalam Bahasa Indonesia, dan sesi kedua berlangsung pukul 09.30 WIB dalam Bahasa Jawa. Prosesi pelepasan burung dilakukan seusai ibadah, sebagai bagian dari refleksi spiritual atas peristiwa Kenaikan Kristus ke surga.
Pendeta Yudo Aster Daniel, yang memimpin ibadah, menjelaskan bahwa pelepasan burung perkutut merupakan simbolisasi dari peristiwa kenaikan Yesus serta panggilan bagi umat untuk melanjutkan misi pewartaan Injil.
“Ketika Yesus naik ke surga dan murid-murid menatap-Nya hingga hilang di balik awan, mereka diberi tugas untuk menjadi saksi. Dengan burung-burung yang dilepaskan, jemaat diingatkan bahwa mereka pun diutus,” ujar Pendeta Seno.
Sebanyak 24 ekor burung perkutut dilepaskan ke udara. Ketua panitia, Joko Pamungkas, menyebut bahwa pemilihan burung perkutut dipilih menggantikan balon atau burung pipit yang biasa digunakan pada perayaan sebelumnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Tahun ini kami memilih burung perkutut, karena sejalan dengan gerakan konservasi lokal yang sedang berjalan di DIY. Populasinya kini mulai terlihat kembali di lingkungan permukiman,” ujar Joko.
Selain bernilai simbolis, prosesi ini juga mendukung pelestarian fauna lokal yang sempat menjadi program prioritas lingkungan hidup di wilayah Yogyakarta.
Sesi kedua ibadah turut dihadiri tamu dari GKJ Gondang, Sragen. Salah satu rombongan, Pendeta Dwi Agus Chayono, mengaku terharu dapat kembali ke GKJ Gondokusuman, tempat di mana ia pernah melayani pada akhir 1990-an sebagai ketua komisi anak.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Bangunannya masih khas, suasananya tidak banyak berubah, dan kekayaan budaya Jawa tetap hidup dalam ibadah. Ini sekaligus menjadi penyegaran iman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pelepasan burung memiliki makna spiritual yang serupa dengan tradisi di tempatnya, meski biasanya menggunakan balon sebagai simbol kenaikan dan berkat.
Rangkaian kegiatan peringatan Kenaikan Kristus di GKJ Gondokusuman akan berlanjut hingga Hari Pentakosta. Puncaknya adalah acara unduh-unduh pada 8 Juni mendatang yang dijadwalkan dihadiri Wali Kota Yogyakarta, Ketua DPRD, dan unsur Forkopimda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!