Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kota Yogya Catat Angka Stunting Terendah se-DIY

📅 Rabu, 28 Mei 2025, 23:15 WIB | Oleh:
Kota Yogya Catat Angka Stunting Terendah se-DIY Doc: Dok. Istimewa

YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta mencatatkan pencapaian positif dalam upaya penurunan prevalensi stunting. Pada tahun 2024, angka prevalensi stunting di Kota Yogya tercatat sebesar 14,8 persen, turun dua poin dari tahun sebelumnya yang berada di angka 16,8 persen. Penurunan ini menjadikan Kota Yogya sebagai wilayah dengan angka stunting terendah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, saat memaparkan capaian Kota Yogya dalam acara Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota pada Pelaksanaan Aksi Konvergensi Penurunan Stunting 1–8 yang digelar di Hotel Grand Rohan, Rabu (28/5).

“Seluruh perangkat daerah telah berkomitmen bersama untuk menurunkan angka stunting di Kota Yogya. Ini adalah kerja kolektif,” ujar Wawan.

Upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di Kota Yogya melibatkan berbagai instansi lintas sektor. Dinas Kesehatan menjalankan sejumlah program seperti skrining anemia untuk remaja putri kelas 7 dan 10, pemeriksaan kesehatan remaja, serta pemeriksaan pranikah dan konseling gizi bagi calon pengantin.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) fokus pada pendampingan pola asuh anak dan konseling untuk pasangan usia dini. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) memberikan dukungan bantuan sosial, sementara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfosan) menggencarkan kampanye pencegahan stunting di media.

Sektor pendidikan turut terlibat melalui pelatihan untuk guru PAUD yang difasilitasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora). Sedangkan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) mendorong kecukupan protein melalui gerakan makan ikan dan penguatan ketahanan pangan keluarga.

Salah satu inovasi unggulan Pemkot Yogya adalah Program Segoro Bening di Kemantren Wirobrajan yang bekerja sama dengan sektor swasta melalui tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan (TSLP). Program ini berhasil menurunkan angka stunting lokal dari 10,32 persen menjadi 7,45 persen dalam kurun satu tahun. Program tersebut bahkan direplikasi di beberapa daerah seperti Kota Cirebon, Semarang, dan Kabupaten Paser.

Pemkot Yogya juga melibatkan kalangan akademik melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik dan skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta melibatkan komunitas dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam rembuk stunting.

Capaian ini mendapat apresiasi dari Ketua Tim Panelis sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti. Ia menyebut penurunan sebesar dua persen sebagai angka yang sangat signifikan.

"Selamat untuk Kota Yogya. Penurunan ini menunjukkan kinerja yang sangat baik, tetapi upaya tidak boleh berhenti di sini," ujar Ni Made.

Ia menambahkan, kegiatan penilaian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mendorong peningkatan kinerja pemerintah daerah dalam menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.