Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

JCWF 2026 Bidik 1.500 Kunjungan, Dongkrak Wisata Yogyakarta Saat Low Season

📅 Kamis, 22 Okt 2026, 13:45 WIB | Oleh:
JCWF 2026 Bidik 1.500 Kunjungan, Dongkrak Wisata Yogyakarta Saat Low Season Doc: Dok. JCWF

YOGYAKARTA—Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 ditargetkan mendatangkan sekitar 1.500 kunjungan selama tiga hari penyelenggaraan pada 6–8 November 2026. Festival ini menjadi salah satu strategi untuk mendorong pergerakan wisatawan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada November yang dinilai sebagai periode low season sekaligus membuka pasar bagi pelaku usaha lokal.

Sebanyak 85 program dari 97 komunitas dan mitra terkurasi akan digelar di Loman Park Hotel Yogyakarta. Memasuki penyelenggaraan tahun keempat, festival yang diinisiasi Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY tersebut mengusung tema RECONNECT: Reconnecting People, Culture & Wellbeing.

Ketua BPPD DIY GKR Bendara mengatakan, konsep cultural wellness dikembangkan dengan menghubungkan aktivitas wisata dengan budaya, keseimbangan hidup, serta hubungan manusia dengan alam. Pendekatan tersebut juga mengangkat filosofi Jawa, antara lain hamemayu hayuning bawana serta sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh.

“Budaya adalah ruh yang menghubungkan manusia dengan identitasnya. Melalui JCWF, kami ingin menghadirkan pengalaman wisata yang bermakna sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat pelaku usaha lokal,” ujar GKR Bendara dalam konferensi pers di Loman Park Hotel Yogyakarta, Rabu (21/10).

Menurut dia, pemilihan November sebagai waktu penyelenggaraan tidak terlepas dari strategi untuk menggerakkan sektor pariwisata ketika tingkat kunjungan cenderung lebih rendah. Festival tersebut juga diarahkan untuk menciptakan permintaan baru dengan menyasar wisatawan yang tertarik pada pengalaman budaya dan wellness.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata DIY Ellya Shari mengatakan, pengembangan wellness tourism dapat menjadi bagian dari strategi pariwisata berkualitas. Potensi yang ditawarkan tidak hanya berupa destinasi, tetapi juga pengalaman budaya seperti membatik, mempelajari kesenian tradisional, menikmati gastronomi, hingga meracik jamu.

“Banyak hal dari DIY yang bisa dikembangkan dalam wellness, mulai dari budaya sampai kuliner. Harapannya, wisatawan tinggal lebih lama dan membelanjakan uangnya di DIY, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh hotel, restoran, desa wisata, dan pelaku usaha lokal,” kata Ellya.

Dalam JCWF 2026, sebanyak 65 praktisi wellness dan 32 artisan dari 13 kota dan daerah akan terlibat. Produk yang dipasarkan antara lain kuliner sehat, produk lokal, perawatan diri, karya kreatif, serta barang berkelanjutan.

Wellness Artisan Market akan dibuka gratis untuk masyarakat. Dari keseluruhan rangkaian festival, sebanyak 14 program dapat diikuti tanpa biaya, sedangkan kegiatan lainnya menerapkan tiket dan reservasi.

Program yang ditawarkan antara lain yoga, latihan pernapasan, tari dan gamelan, lokakarya seni, diskusi kesehatan mental, serta pengenalan jamu dan rempah Nusantara. Pada 6 November, Pentahelix Forum juga akan digelar dengan mempertemukan pemerintah, akademisi, komunitas budaya, praktisi wellness, dan pelaku industri pariwisata.

Selain sektor pariwisata dan ekonomi, pengelolaan sampah menjadi bagian dari penyelenggaraan festival dengan melibatkan Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Bantul. Sampah plastik akan diolah menjadi kerajinan, sementara sisa makanan dimanfaatkan untuk budidaya maggot sebagai pakan ayam.

Lurah Guwosari Masduki Rahmad mengatakan telur yang dihasilkan dari pemanfaatan tersebut selanjutnya disalurkan kepada posyandu.

“Setiap sampah memiliki nilai jika dikelola dengan benar. Kami berharap kolaborasi ini berdampak pada kebersihan, keberlanjutan, dan ekonomi masyarakat,” ujar Masduki.

Penyelenggara juga merencanakan kompensasi jejak karbon melalui penanaman pohon. Pengunjung didorong membawa tumbler, menggunakan fasilitas pengisian air minum, memanfaatkan transportasi umum, serta memilah sampah selama festival berlangsung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Dandim 1702/Jayawijaya Mint...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.