Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tidak Puas Pada Putin, Donald Trump Siapkan Sanksi Baru untuk Russia

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 01:10 WIB | Oleh:
Tidak Puas Pada Putin, Donald Trump Siapkan Sanksi Baru untuk Russia Doc: SAUL LOEB/AFP
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap Presiden Russia, Vladimir Putin atas serangan rudal yang terus dilancarkan pasukan Beruang Merah ke berbagai kota di Ukraina. Atas ketidakpuasan itu, Trump mengungkapkan kemungkinan akan menjatuhkan sanksi baru ke Moskow. 

“Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan Putin. Dia telah membunuh banyak orang,” kata Trump kepada wartawan di New Jersey sebelum kembali ke Washington, DC.

Trump menyampaikan keterkejutan dan ketidaksetujuannya terhadap serangan terbaru Russia, termasuk pengeboman ibu kota Kiev dan sejumlah kota lainnya.

Sedikitnya 12 orang tewas pada Minggu pagi akibat serangan pesawat nirawak (drone) berskala besar dari Russia selama dua malam berturut-turut, saat Moskow dan Kiev saling menyalahkan terkait serangan udara yang terjadi.

Trump, yang mengaku memiliki hubungan panjang dengan Putin, mengatakan: “Kami sedang dalam proses pembicaraan, tapi dia malah menembakkan roket ke Kiev dan kota-kota lain. Saya sangat tidak suka itu.”

Ketika ditanya apakah ia mempertimbangkan pemberlakuan sanksi, Trump menjawab, “Tentu saja,” sambil berulang kali menyampaikan kekecewaannya atas tindakan Putin.

“Dia membunuh banyak orang. Saya tidak senang dengan itu,” tegas Trump.

Pekan lalu, menurut laporan The Wall Street Journal, Trump menyampaikan kepada para pemimpin Eropa dalam sebuah panggilan telepon bahwa Putin belum siap mengakhiri perang karena merasa masih berada di atas angin.

Peran Aktif

Kanselir Jerman, Friedrich Merz mengatakan tidak melihat tanda-tanda perang di Ukraina akan segera berakhir menyusul pembicaraan via telepon dengan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang gagal menghasilkan kemajuan dalam perundingan damai.

“Saat ini belum ada tanda-tanda bahwa perang ini akan segera berakhir. Yang sedang terjadi di Ukraina dan Russia membuat saya agak khawatir tentang hari-hari, beberapa pekan, dan mungkin beberapa bulan mendatang,” kata Merz di Berlin seperti dilaporkan harian Merkur yang berbasis di Munchen.

“Penting bagi saya untuk segera mengirimkan sinyal dari Jerman bahwa kami ingin berupaya lebih keras dari sebelumnya untuk bertindak melalui koordinasi dengan mitra Eropa kami, tetapi juga, jika memungkinkan, berkoordinasi dengan mitra Amerika kami,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Menurut Merz, saat ini segala upaya tengah dilakukan melalui jalur diplomatik untuk mengakhiri perang di Ukraina. Ia menekankan pentingnya bagi Jerman memainkan peran "aktif, suportif, dan gigih" dalam upaya diplomatik tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Advertisement
Jokowi Tanggapi Upaya Pemakzulan Gibran Seiring Keputusan MK

Jokowi Tanggapi Upaya Pemakzulan Gibran Seiring Keputusan MK

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.