Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Jakut Ajak Warga Waspadai Potensi Kebakaran

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 19:37 WIB | Oleh:
Pemkot Jakut Ajak Warga Waspadai Potensi Kebakaran Doc: ANTARA/HO-Gulkarmat
Ket. Petugas melakukan pendinginan di lokasi kebakaran yang terjadi di Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (23/5) malam.

JAKARTA - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu mencatat 67 kasus kebakaran terjadi di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu selama Januari 2025 hingga April 2025.

"Dari 67 kejadian kebakaran, 40 kali kasus kebakaran dipicu 'korsleting' listrik, enam kebocoran gas dan dua pembakaran sampah," kata Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, Gatot Sulaeman.

Dalam upaya memperkecil risiko kebakaran, Pemerintah Kota Jakarta Utara meminta masyarakat di wilayah tersebut mewaspadai potensi yang dapat mengakibatkan kebakaran karena kejadian kebakaran sangat merugikan masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan padat penduduk.

"Kami minta agar waspada terhadap segala potensi kebakaran baik yang bersumber dari kompor atau gas dan arus listrik," kata Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat di Jakarta, Selasa (27/5).

Ia mencontohkan langkah kecil dalam mencegah kebakaran, yakni selalu mencabut kabel pengisi daya baterai telepon seluler usai digunakan dan jangan tertinggal dan masih terpasang dari sumber listrik.

"Terkadang kita lalai karena menganggapnya itu hal yang biasa," kata dia.

Selain itu ada juga dua kasus penyalaan api kembali, enam kasus akibat puntung rokok dibuang sembarangan serta faktor pemicu lain-lain dengan jumlah 11 kejadian.

"Pemicu kebakaran paling dominan adalah 'korsleting' listrik," kata dia.

Sementara itu berdasarkan lokasi, kebakaran bangunan di lingkungan permukiman mencapai 28 kejadian, bangunan umum dan perdagangan sembilan kali, bangunan industri tiga kali dan lima kejadian kendaraan bermotor.

Kemudian, sebanyak 10 kejadian di instalasi luar gedung, satu lokasi tumbuhan, satu lapak, tujuh lokasi sampah dan tiga di lokasi kejadian lain-lain.

"Total kerugian akibat kebakaran selama Januari hingga April ini mencapai sekitar Rp18,5 miliar. Tercatat ada satu korban jiwa dan 16 luka-luka," kata dia.

Kebakaran paling banyak terjadi pada bulan Maret dengan jumlah 25 kejadian. Kemudian pada bulan Januari 14 kejadian, Februari 12 kejadian, dan 16 peristiwa kebakaran di bulan April.

"Jumlah kasus kebakaran di periode 2025 ini mengalami kenaikan lima persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Promosi Judi Online Makin M...
Megapolitan
DPRD DKI Dorong Perluasan P...
Nasional
BPDLH: Alokasi Dana Abadi u...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.