Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Gempa Magnitudo 4,6 di Butur Guncang Empat Daerah di Sulawesi Tenggara

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 21:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Gempa Magnitudo 4,6 di Butur Guncang Empat Daerah di Sulawesi Tenggara Doc: ANTARA
Ket. Pemetaan lokasi gempa bumi berdasarkan data BMKG Kendari.

KENDARI – Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari menyebut gempa bumi  magnitudo 4,6 di Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara (Butur) mengguncang hingga empat daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Kendari, Rudin, saat dihubungi di Kendari, Selasa malam, mengatakan bahwa getaran gempa bumi itu dapat dirasakan di empat wilayah, yakni Kabupaten Muna, Buton, Buton Selatan, dan Kota Baubau.

Ia menyampaikan, gempa bumi magnitudo 4,6 itu terjadi pada Selasa (27/5) sekitar pukul 19.27 WITA yang berpusat di wilayah Kambowa Buton Utara.

"Buton Utara diguncang gempa tektonik tepatnya berlokasi di darat pada jarak 3 km tenggara Kambowa, Buton Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada kedalaman 6 km," kata Rudin.

Ia menyampaikan, berdasarkan data yang dimiliki, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5.00 lintang selatan (LS), 122.95 bujur timur (BT), wilayah Kambowa Butur.

"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif di tenggara Kambowa, Buton Utara," ujarnya.

Rudin menjelaskan getaran gempa bumi dengan skala IV MMI dirasakan dari Butur, Muna, dan Buton. Sementara Baubau, dan Buton Selatan III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah seakan-akan ada truk berlalu.

Dari laporan BMKG gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Selain itu, belum ada laporan kerusakan bangunan rumah dari masyarakat yang terdampak gempa.

"Hingga pukul 19:47 WITA, hasil pemantauan BMKG menunjukkan belum terjadi aktivitas gempa bumi susulan," jelas Rudin.

Dia mengimbau masyarakat terdampak guncangan gempa agar tetap tenang dan tidak terpengaruh isu atau informasi yang belum diketahui kebenarannya.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa," tambah Rudin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Lulusan Banyak, Tapi Tak Sesuai Kebutuhan Industri? Menaker Ungkap Solusinya
    Artikel yang sangat edukatif dalam membedah akar permasalahan ...
  • Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional lewat Peningkatan TKDN dan SNI
    Saya sangat sependapat dengan pandangan komprehensif Bapak Saleh ...
  • Pelumasan Sintetis Dorong Produktivitas dan Daya Saing Industri Plastik
    Informasi spesifik mengenai penghematan konsumsi energi hingga 10 ...
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
Megapolitan
Pemprov Jakarta Janji Optim...
Megapolitan
Remaja Diberi Ruang Mengemb...
Megapolitan
Tunjangan PPPK Pemkot Tange...

Wah Jabar Bisa Defisit Tinggi Sekali karena Utang

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Wah Jabar Bisa Defisit Ting...
Advertisement
PT KAI Gelar Promo Diskon Tiket hingga 30 Persen di KAI EXPO 2026

PT KAI Gelar Promo Diskon Tiket hingga 30 Persen di KAI EXPO 2026

04 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.