Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Pengembangan SDM Riset Farmasi, Merck Adakan Roadshow di Berbagai Universitas

📅 Senin, 26 Mei 2025, 18:05 WIB | Oleh:
Perkuat Pengembangan SDM Riset Farmasi, Merck Adakan Roadshow di Berbagai Universitas Doc: Merck
Ket. Diasti Lastarini - Head of Science and Lab Solutions PT Merck Chemicals and Life Sciences tengah memberi sambutan dalam acara Merck Young Scientist di Universitas Airlangga, Surabaya pada hari Kamis (22/5).

JAKARTA - Perusahaan sains dan teknologi, PT Merck Chemicals and Life Sciences, menggelar Merck Young Scientist Roadshow 2025. Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dalam mendorong kemajuan serta inovasi industri farmasi Indonesia.

Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara "Science Tour: Spark Curiosity, Inspire Your Future," yang dirancang sebagai wadah inspirasi bagi mahasiswa dan peneliti muda untuk memperluas wawasan dalam bidang sains dan inovasi di luar ruang kelas, khususnya di bidang farmasi. Hal ini dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Indonesia dalam mendorong percepatan inovasi untuk produksi obat dan alat kesehatan di dalam negeri.

 Head of Science and Lab Solutions, PT Merck Chemicals and Life Sciences, Diasti Lastarini menuturkan, pihaknya percaya bahwa masa depan industri farmasi Indonesia tergantung pada generasi muda yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global. Lewat program Merck Young Scientist perusahaan ini ingin menjembatani antara dunia akademik dan industri.

“Melalui program Merck Young Scientist, kami ingin membangun jembatan antara dunia akademik dan industri sehingga bisa level-up sampai dengan tahapan produksi. Karena itu, kami bukan hanya memberikan akses kepada mahasiswa dan peneliti muda terkait teknologi dan solusi laboratorium mutakhir, tetapi juga hadir dengan semangat kolaborasi untuk memajukan industri farmasi nasional,” ujar dia melalui siaran pers pada hari Jumat (23/5).

Diasti menerangkan, Merck Young Scientist menjadi bentuk nyata kontribusi Merck Life Sciences dalam memperkuat ekosistem riset dan pengembangan farmasi Tanah Air. Terutama berkaitan dengan mutu obat yang bergantung pada kualitas dan ketersediaan produksi bahan baku di dalam negeri.

Untuk menjawab tantangan tersebut, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor guna mencetak SDM unggul dan mendorong lahirnya inovasi lokal berdaya saing tinggi baik untuk produk farmasi maupun alat kesehatan.

Ia mengatakan, Merck percaya bahwa sains adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik. Karena itu, pihaknya menghadirkan sejumlah pakar dan profesor untuk berbagi wawasan praktis mengenai berbagai aspek industri life science.

Beberapa topik yang dibahas antara lain inovasi dalam pengembangan obat dan formulasi, peran teknologi dan digitalisasi dalam laboratorium modern, standar kualitas global dalam produksi farmasi bermutu tinggi, serta strategi membangun kapabilitas riset yang berdaya saing.

Sebaiknya Anda baca juga:

“Tentunya dengan harapan para ilmuwan muda akan terinspirasi untuk menciptakan solusi yang berdampak langsung pada industri farmasi dan juga masyarakat luas,” tambah Diasti.

Kegiatan berbagi wawasan di kampus bertajuk "Advances in Life Science for Your Research" diselenggarakan bekerjasama dengan Universitas Airlangga pada hari Kamis (22/5). Acara ini menghadirkan berbagai sesi talkshow. Turut berpartisipasi dalam sesi ini, Dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Prof. Dr.rer.nat. apt. M. Yuwono, MS, membahas pentingnya penjaminan mutu obat dalam sistem pelayanan kesehatan karena berkaitan erat dengan perlindungan kesehatan masyarakat. 

Ia memaparkan mutu obat menunjukkan sejauh mana suatu produk obat memenuhi spesifikasi yang ditetapkan, seperti identitas, kadar (potensi), kemurnian, stabilitas dan konsistensi. Sementara keamanan obat berkaitan erat dengan kandungan cemaran, stabilitas produk, dan keamanan bahan tambahan yang digunakan.

“Obat yang tidak memenuhi standar mutu sering disebut sebagai obat substandar dan sudah sepatutnya pelaku industri dan juga regulator mencegah penyebaran dari obat substandar ini,” ungkap Yuwono. 

Uji laboratorium merupakan tulang punggung dalam penjaminan mutu dan keamanan obat. Setiap produk obat harus memenuhi spesifikasi kimia, fisika, mikrobiologi dan toksikologi sebelum diedarkan. Mengingat bahwa macam bahan aktif dan bahan tambahan yang sangat banyak dan beragam sifat fisika kimianya, maka laboratorium pengujian harus dikelola sedemikian rupa dalam sistem mutu sesuai standar yang berlaku. 

Yuwono melanjutkan, pengelolaan laboratorium ini menyangkut berbagai aspek seperti manajemen SDM yang kompeten, manajemen peralatan/instrumen analisis, bahan-bahan kimia, termasuk validitas metode analisis yang digunakan. Dengan manajemen seperti ini maka hasil pengujian yang dilaporkan bersifat valid dan dapat dipercaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

46 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.