IHSG Lesu di Awal Pekan, Tertular Suasana Muram Bursa Asia
📅 Senin, 26 Mei 2025, 17:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S.
JAKARTA - Penurunan harga saham dapat memiliki dampak yang signifikan, baik bagi investor maupun perekonomian secara umum. Bagi investor, penurunan harga saham dapat menyebabkan kerugian dan mengurangi potensi keuntungan.
Sementara itu, bagi perekonomian, penurunan harga saham dapat mencerminkan ketidakpastian ekonomi dan berdampak pada investasi, pertumbuhan, dan bahkan stabilitas keuangan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (26/5) sore, ditutup melemah 25,81 poin atau 0,36 persen ke posisi 7.188,35, mengikuti pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,18 poin atau 0,02 persen ke posisi 816,72.
“IHSG dan bursa regional Asia terpantau melemah pada awal pekan, meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperpanjang batas waktu pemberlakuan tarif sebesar 50 persen terhadap Uni Eropa. Kebijakan ini sempat meredakan ketegangan perdagangan jangka pendek," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus di Jakarta.
Presiden AS Trump berencana menerapkan tarif sebesar 50 persen terhadap produk dari Eropa mulai 1 Juni 2025, namun, setelah melakukan diskusi dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, keputusan tersebut ditunda hingga 9 Juli 2025.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, pelaku pasar tetap berhati-hati karena Trump juga mengancam akan mengenakan tarif sebesar 25 persen terhadap iPhone yang dijual di AS tetapi tidak diproduksi di dalam negeri.
Hal ini menimbulkan ketidakpastian terhadap kebijakan perdagangan secara keseluruhan. Seringnya penundaan kebijakan oleh Presiden Trump memberikan kesan adanya keraguan dalam pengambilan keputusan tarif, sehingga pasar tetap waspada terhadap perubahan kebijakan yang tidak dapat diprediksi.
Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa pada periode 19 sampai 22 Mei 2025, aliran modal asing ke pasar keuangan dalam negeri mencapai Rp14,73 triliun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari sisi fiskal, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan bahwa pemerintah berencana menurunkan biaya transportasi, termasuk tiket kereta api, pesawat, kapal ferry, dan tarif tol, serta menurunkan tarif listrik hingga 50 persen selama musim liburan sekolah pada Juni–Juli 2025 guna mendorong peningkatan konsumsi masyarakat.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor meningkat dimana sektor energi paling tinggi yaitu 0,63 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor kesehatan yang masing-masing naik sebesar 0,52 persen dan 0,34 persen.
Sedangkan delapan sektor terkoreksi yaitu paling dalam sektor teknologi minus 2,57 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor keuangan yang masing-masing minus 1,57 persen dan 0,77 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ZYRX, INRU, FPNI, BAIK, dan SULI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni LPGI, TOTL, FAST, AREA, dan FLMC.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.418.016 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,55 miliar lembar saham senilai Rp14,03 triliun. Sebanyak 225 saham naik, 414 saham menurun, dan 170-x tidak bergerak nilainya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!