Hilirisasi Perikanan Tingkatkan Nilai Tambah dan Cegah Eksploitasi
📅 Senin, 26 Mei 2025, 20:09 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Andri Saputra
JAKARTA - Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Perikanan Indonesia (KPPMPI) menekankan pentingnya hilirisasi sektor perikanan untuk meningkatkan nilai tambah dan mencegah eksploitasi berlebih di sektor tersebut.
"Penambahan nilai produk sebagai bagian dari hilirisasi sektor perikanan penting adanya. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai sekaligus mencegah eksploitasi yang berlebihan," kata Ketua KPPMPI Hendra Wiguna dalam keterangan resmi, di Jakarta, Senin (26/5).
Menurut Hendra, kendati sektor perikanan merupakan sumber daya alam yang dapat diperbarui, pemanfaatannya harus dilakukan secara bertanggungjawab.
Oleh karena itu, pemerintah perlu menyiapkan sumber daya terampil untuk mempermudah laju hilirisasi sektor perikanan.
Untuk menyukseskan hilirisasi sektor perikanan, Hendra menyebut sarana pendidikan bagi pemuda jadi salah satu kunci untuk mendukung pengembangan ekosistem tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memiliki lima Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) dan 11 perguruan tinggi berupa politeknik dan akademi yang merekrut sekitar 2.000 taruna setiap tahunnya.
"Namun, rasanya belum cukup mengingat potensi sumber daya perikanan yang kita miliki serta agenda hilirisasi yang dicanangkan," imbuhnya.
Di sisi lain, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, penyiapan sumber daya unggul di sektor perikanan tidak bisa hanya mengandalkan sekolah formal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengusulkan agar penyiapan SDM bisa dilakukan lewat mata pelajaran khusus mulai dari tingkat dasar hingga menengah.
"Utamanya bagi sekolah-sekolah yang berada di pesisir dan pulau-pulau kecil," katanya.
Permintaan produk perikanan di pasar global, lanjut Hendra, juga diprediksi akan terus meningkat sehingga penambahan nilai produk perikanan perlu dilakukan.
"Dengan demikian, akan ada penyerapan tenaga kerja yang signifikan terutama bagi pemuda angkatan kerja," katanya.
Tren positif
Data yang dihimpun Antara menyebutkan, tren pertumbuhan ekspor perikanan Indonesia selama lima tahun terakhir (2018–2023) menunjukkan kinerja yang positif dan konsisten surplus.
Berikut, rincian nilai ekspor per tahun yakni pada 2018 sebesar 4,86 miliar dollar AS, 2019 (4,94 miliar dollar AS), 2020 (5,21 miliar dollar AS), 2021 (5,72 miliar dollar AS), 2022 (6,24 miliar dollar AS) atau tertinggi dalam periode ini dan 2023 (5,63 miliar dollar AS).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!