Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Soal Tawuran: Gubernur DKI Beberkan Alasan Sejati Taman Dibuka 24 Jam

📅 Senin, 26 Mei 2025, 10:20 WIB | Oleh:
Bukan Soal Tawuran: Gubernur DKI Beberkan Alasan Sejati Taman Dibuka 24 Jam Doc: Kumparan
Ket. Gubernur Jakarta, Pramono Anung menghadiri saat acara Jakarta Marketing Week (JMW) 2025 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Minggu (25/5) kemarin.

jAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membantah keras anggapan bahwa kebijakannya membuka lima taman selama 24 jam dan perpustakaan hingga pukul 22.00 WIB bertujuan mengatasi tawuran. Menurutnya, kebijakan ini murni bagian dari visi Jakarta sebagai Kota Global yang modern dan dinamis.

Pramono menjelaskan dalam acara Jakarta Marketing Week (JMW) 2025 di Kota Kasablanka, Minggu (25/5) kemarin, bahwa kritik yang ia terima terkait kebijakan tersebut tidak tepat sasaran. "Saya dikritik ketika membuka taman-taman 24 jam, perpustakaan sampai jam 10 malam. Dipikir ini untuk menyelesaikan tawuran, padahal enggak. Enggak ada hubungannya," tegas Pramono. Ia menekankan bahwa Jakarta sebagai kota besar membutuhkan lebih banyak ruang publik yang bisa diakses kapan saja, sejalan dengan standar kota-kota besar dunia.

Pembukaan taman dan perpustakaan lebih lama ini bertujuan mengakomodasi kebutuhan warga Jakarta yang memiliki jadwal dan aktivitas beragam. Dengan jam operasional yang lebih fleksibel, warga bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk berolahraga, bersantai, atau bahkan bekerja di luar jam kantor.

"Saya malah senang dengan kritik yang datang, karena itu menjadi momentum untuk berbenah. Semua itu adalah bagian dari upaya Jakarta untuk terus berbenah menjadi kota global yang lebih baik dalam banyak hal," tambahnya. Pramono juga menyinggung program Manggarai Bershalawat yang kebetulan berdekatan dengan area rawan tawuran, yang sempat disalahartikan tujuannya.

Dr. Ir. Rian Susanto, M.T., seorang pakar tata kota dari Universitas Trisakti, sangat mendukung sekali upaya ini. "Membuka taman 24 jam adalah tren kota-kota metropolitan dunia. Ini bukan hanya soal menghilangkan tawuran, tapi lebih ke arah menciptakan ruang publik yang inklusif dan produktif. Warga Jakarta butuh tempat berinteraksi, berkreasi, dan berekreasi tanpa batasan waktu kaku, terutama mereka yang bekerja shift atau punya waktu luang di malam hari," jelasnya.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Bapak Andi Firmansyah, seorang pekerja lepas di Jakarta Selatan, menyambut baik kebijakan ini. "Kadang saya baru selesai kerja malam dan ingin cari udara segar atau baca buku di tempat tenang. Kalau taman dan perpustakaan buka sampai malam atau 24 jam, itu sangat membantu. Ini bukan cuma buat nongkrong, tapi juga bisa jadi tempat produktif," ungkap Andi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.