Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Skouw Sae Papua Manfaatkan Kayu Hanyut untuk Cofiring Biomassa

📅 Kamis, 22 Mei 2025, 08:40 WIB | Oleh:
Warga Skouw Sae Papua Manfaatkan Kayu Hanyut untuk Cofiring Biomassa Doc: ANTARA
Ket. Olaf Akwan bersama Chris Lomo memikul batang kayu yang hanyut dan dikumpulkan dari pinggir Pantai Skouw Sae, Distrik Muara Tami , Kota Jayapura, Papua, Kamis (22/5).

JAYAPURA - Warga di Kampung Skouw Sae, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, kini mendapat peluang manfaat ekonomi dari mengumpulkan kayu-kayu yang hanyut dan berserakan di pantai setempat untuk bahan baku pencampur atau cofiring biomassa di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Holtekamp.

"Dari hasil penjualan batang-batang kayu tersebut, dalam sehari saya bersama 2 sampai 4 warga lainnya dengan tiga kali pengantaran ke pengepul bisa mendapatkan penghasilan yang lebih baik,” kata Olaf Akwan, salah satu pengumpul kayu di Kampung Skouw Sae, di Jayapura, Kamis (22/5).

Ia menjelaskan, kayu tersebut merupakan batang pohon yang hanyut dan dikumpulkan warga dari sepanjang pinggiran pantai pada wilayah setempat. Biasanya kayu-kayu hanyut tersebut ukurannya berbeda-beda.

Dalam sehari Olaf bersama beberapa warga lainnya dapat mengumpulkan sekitar 100-300 batang kayu hanyut terbawa ombak yang kemudian dijual ke pengepul, yakni pemilik truk. Dari pengepul ini kayu tersebut dipasok ke PT Surya Muda Laksana, selaku perusahaan mitra PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) penyuplai serpihan kayu atau woodchip untuk bahan bakar cofiring biomassa di PLTU Holtekamp.

Dia menerima pembayaran mingguan yang kemudian dibagi rata sesuai dengan jumlah warga yang ikut dalam proses pengumpulan batang kayu tersebut.

“Pendapatannya lumayan, lebih baik dibandingkan dengan kerja serabutan yang beberapa waktu lalu saya jalani bersama beberapa warga di sini,” ujarnya.

Olaf dan warga lainnya sebelumnya bekerja serabutan, seperti menjadi tukang ojek, sopir angkutan umum, dan pengumpul kelapa di Pasar Skouw Wutung yang berada pada wilayah perbatasan RI-Papua Nugini.

Senada dengan Olaf Akwan, Chris Lomo, yang juga pengumpul kayu, mengatakan kerja mengumpulkan batang kayu hanyut di pinggir pantai lebih menjanjikan dari pada pekerjaan sebelumnya.

“Usaha ini lebih cepat mendatangkan upah untuk kami warga di sekitar lokasi pengumpulan kayu sehingga dengan adanya program cofiring biomassa dari PLTU Holtekamp sangat membantu kebutuhan sehari-hari karena pagi dan siang bekerja, malam sudah menerima hasilnya,” kata Chris, yang baru melakoni profesi itu selama dua bulan terakhir.

Chris menjelaskan, dari hasil pengumpulan kayu, ia bisa membiaya sekolah anak-anaknya.

Wilayah Skouw selama ini terkenal dengan pantai yang luas dan berpasir putih. Di mana Pantai Skouw sendiri menawarkan pemandangan indah dengan garis pantai lurus yang mencakup tiga kampung yakni Skouw Sae, Skouw Yambe, dan Skouw Mabo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

47 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

57 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.