Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mensos Jamin Tak Akan Ada Tumpang Tindih Anggaran untuk Sekolah Rakyat dengan Kementerian Lain

📅 Kamis, 22 Mei 2025, 03:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mensos Jamin Tak Akan Ada Tumpang Tindih Anggaran untuk Sekolah Rakyat dengan Kementerian Lain Doc: Antara
Ket. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (tengah).

JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf memastikan pengusulan anggaran untuk program Sekolah Rakyat tidak akan mengalami tumpang tindih dengan kementerian lain yang terkait.

“Jadi tentu kami akan memastikan tidak ada anggaran dobel, tidak akan ada. Bahwa sekarang, kami masih dalam proses pembicaraan untuk terus mengkonsolidasikan pos-pos anggaran dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” kata Mensos Saifullah di Jakarta pada Rabu (21/5).

Sebagai contoh, ia menjelaskan pihaknya sejauh ini sudah melakukan pembicaraan dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) guna mengkonsolidasikan pos permakanan pada Sekolah Rakyat dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Untuk permakanan kami lagi konsolidasikan dengan MBG,” imbuhnya.

Sementara untuk pembangunan dan renovasi sarana maupun prasarana fisik Sekolah Rakyat, pihaknya sudah berkoordinasi dan mengkonsolidasikan dengan anggaran Kementerian Pekerjaan ­Umum.

Adapun pihaknya sendiri akan menganggarkan untuk pos pembiayaan operasional Sekolah Rakyat, yang mencakup seperti perawatan, listrik, seragam sekolah hingga penyediaan laptop bagi siswa Sekolah Rakyat.

Adapun sebelumnya pada Selasa (20/5), Mensos bersama jajarannya memaparkan kebutuhan anggaran untuk penyelenggaraan program Sekolah Rakyat kepada Komisi VIII DPR RI.

Pada kesempatan itu, ia menjelaskan anggaran untuk kebutuhan operasional Sekolah Rakyat untuk pelaksanaan di seratus lokasi ditaksir mencapai 2,3 triliun rupiah untuk tahun ajaran 2025-2026.

“Anggaran kebutuhan operasional Sekolah Rakyat jika mengasumsikan di 100 lokasi untuk tahun ajaran 2025-2025 totalnya 2,3 triliun rupiah,” kata Mensos.

Salah satu komponen dalam anggaran tersebut ialah biaya belajar masing-masing siswa yang per tahunnya mencapai 48,2 juta rupiah.

Mensos menjelaskan biaya belajar itu terdiri dari perlengkapan sekolah seperti seragam, sepatu, hingga laptop. “Kami juga sudah melapor kemarin kepada Presiden, indeks pembiayaan per siswa itu sekitar Rp 48,25 juta per tahun,” katanya.

Renovasi 65 Sekolah

Dalam kesempatan sama, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan renovasi 65 sekolah untuk Program Sekolah Rakyat ditargetkan selesai pada Juli nanti. “Dari 100 Sekolah Rakyat tahap I, sebanyak 65 sekolah sudah dimulai pekerjaan renovasi ringan hingga sedang (non struktur) sejak minggu lalu. Insya Allah 65 sekolah ini bisa diselesaikan awal Juli nanti,” ujar Dody di Jakarta, Rabu.

Penanganan tahap I meliputi 100 sekolah yang ditargetkan selesai pada 2025. Sebanyak 65 sekolah yang sudah mulai ditangani tersebut yaitu 13 sekolah di Sumatera, 34 sekolah di Jawa, 3 sekolah di Kalimantan, 8 sekolah di Sulawesi, 3 sekolah di Bali/Nusa Tenggara, 2 sekolah di Maluku Utara, dan 2 sekolah di Papua.Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.