Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Uni Eropa Tingkatkan Sanksi terhadap Russia

📅 Rabu, 21 Mei 2025, 14:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Uni Eropa Tingkatkan Sanksi terhadap Russia Doc: NHK
Ket. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas

BRUSSELS - Uni Eropa telah memutuskan untuk menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Russia. Hal ini dilakukan setelah Presiden Russia, Vladimir Putin, dan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, gagal mencapai kemajuan dalam pembicaraan gencatan senjata melalui panggilan telepon pada Senin (19/5).

Uni Eropa membuat pengumuman tersebut setelah para menteri luar negerinya bertemu di Brussels pada Selasa (20/5).

“Sanksi tersebut mencakup penargetan 189 kapal lagi dalam apa yang disebut armada bayangan Russia. Kapal-kapal tanker tersebut mengangkut minyak Russia sambil menghindari sanksi,” lapor kantor berita NHK, Rabu (21/5).

Uni Eropa mengatakan akan memperketat pengawasan ekspor terhadap 31 entitas yang mendukung militer Russia dengan menyediakan barang dan teknologi dengan fungsi ganda. Beberapa di antaranya berlokasi di negara ketiga, seperti Turki dan Vietnam.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan, "Russia jelas menginginkan perang, sedangkan Ukraina menginginkan perdamaian. Jadi untuk membuat Russia menginginkan perdamaian, kita juga perlu memberi lebih banyak tekanan terhadap Russia."

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan penyusunan nota kesepahaman tentang perdamaian dengan Ukraina akan menjadi hal yang rumit. Dikatakannya, "Tidak ada batas waktu dan tidak mungkin ada batas waktu."

Namun, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menuduh Russia mencoba mengulur waktu untuk melanjutkan perang dan pendudukannya. NHK/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Mediterania: Laut yang Memb...
Megapolitan
Tiga Perusahaan Pencemar Su...
Luar Negeri
Kerugian Penipuan Siber Tem...

Swasembada Susu Butuh Regulasi Tegas

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
Swasembada Susu Butuh Regul...
Luar Negeri
PBB Desak Kelompok Houthi H...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.