Tenaga Surya untuk Pulau Dewata, PLN Pacu Kemandirian Energi di Bali
📅 Rabu, 21 Mei 2025, 12:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-PT PLN Indonesia Power (PLN IP)
JAKARTA – Dengan adanya pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), Bali dapat mengurangi kebergantungannya pada sumber energi fosil yang terbatas dan tidak terbarukan sehingga membantu meningkatkan keandalan pasokan listrik, terutama saat musim liburan ketika permintaan listrik meningkat.
PLTS memberikan kebebasan energi bagi Bali, yang berarti Bali tidak lagi terlalu bergantung pada pasokan listrik dari luar, mengurangi risiko pemadaman listrik akibat masalah pada jaringan listrik atau pembangkit utama. Penerapan energi terbarukan, seperti PLTS, mencerminkan komitmen Bali terhadap pariwisata berkelanjutan.
PT PLN Indonesia Power (PLN IP) mendukung kemandirian energi di Pulau Bali melalui pengoperasian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), yang tersebar di beberapa lokasi. Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengatakan, pihaknya berkomitmen terhadap pelaksanaan transisi energi dan target net zero emission (NZE) RI pada 2060.
"Salah satu PLTS di Bali adalah PLTS terapung di Waduk Muara Nusa Dua, Bali, yang banyak menyita perhatian karena keandalan dan estetikanya," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
PLTS dengan kapasitas 100 kilowatt peak (kWp) ini menjadi simbol sinergi nyata antara PLN IP dan Pemerintah Provinsi Bali dalam mempercepat pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) demi kemandirian energi di Pulau Dewata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Edwin melanjutkan, pengembangan PLTS di Bali merupakan langkah konkret korporasi dalam mendukung arah kebijakan daerah dan nasional terkait transisi energi.
"Pengembangan pembangkit listrik berbasis EBT ini merupakan bentuk nyata dukungan PLN Indonesia Power terhadap target NZE 2060 serta mendukung sepenuhnya kebijakan pemerintah daerah seperti Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan 'Bali Mandiri Energi dan Bali Energi Bersih'," ujarnya.
Edwin menambahkan secara umum Indonesia kaya potensi tenaga surya yaitu mencapai 3.295 gigawatt (GW), sehingga menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami percaya pengembangan PLTS yang salah satunya ada di Bali seperti di Muara Nusa Dua, adalah fondasi penting dalam membangun masa depan energi yang lebih hijau dan berdaulat," tambahnya.
Sementara itu, Senior Manager PLN IP Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Bali I Made Harta Yasa menegaskan PLTS Terapung Muara Nusa Dua bersama PLTS Nusa Penida dan PLTS atap di berbagai unit kerja PLN merupakan bagian dari kontribusi korporasi terhadap dekarbonisasi sistem kelistrikan nasional dan pemenuhan kebutuhan energi bersih di Bali.
"Kami berkomitmen untuk terus memperluas pemanfaatan EBT sebagai bagian dari masa depan energi yang berkelanjutan," ujar Harta.
PLTS Muara Nusa Dua ini dikerjakan hanya dalam waktu 1 bulan 2 minggu oleh para engineer terbaik PLN IP.
Proyek PLTS ini juga memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sebesar 49,6 persen.
Selain itu, potensi pengembangan ke depan juga masih terbuka luas, karena area waduk memungkinkan pemanfaatan hingga 80 persen dari total permukaan air untuk pembangkit surya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!