Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus DBD di Lebak Capai 307 Orang, Tak Ada Korban Jiwa

📅 Rabu, 21 Mei 2025, 16:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kasus DBD di Lebak Capai 307 Orang, Tak Ada Korban Jiwa Doc: Antara
Ket. Warga Rangkasbitung Kabupaten Lebak Banten saat melakukan kebersihan drainase agar arus air berjalan lancar sehingga bisa terbebas dari penyebaran demam berdarah dengue (DBD).

Lebak - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lebak Provinsi Banten dari Januari sampai dengan April 2025 tercatat mencapai 307 orang, namun tidak ada laporan yang sampai meninggal dunia.

Pelaksana Harian (Plh) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak Endang Komarudin di Rangkasbitung pada Rabu (21/5), mengatakan, masyarakat agar mengoptimalkan pencegahan kasus DBD dengan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan mengubur, menimbun, dan menutup (3M) barang bekas serta pemberian Abate di bak mandi, juga melakukan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (Girij).

Kegiatan PSN, 3M, dan Girij dinilai lebih efektif untuk memutus mata rantai penyebaran DBD.

"Kami berharap masyarakat dapat membudayakan kegiatan itu agar terbebas dari kasus DBD," katanya.

Ia mengatakan, selama ini, kasus DBD di Kabupaten Lebak belum pernah menghilang, karena terkait dengan lingkungan.

Karena itu, masyarakat dapat melakukan gotong royong untuk PSN, 3M, dan Girij, sehingga jentik nyamuk DBD mati dan tidak berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti.

Berdasarkan data jumlah kasus DBD di Lebak dari Januari sampai April 2025 tercatat sebanyak 307 orang, dan terbesar pada Januari 153 orang dan Februari 66 orang.

Namun, beruntung tidak ada korban yang sampai meninggal dunia akibat kasus DBD tersebut.

"Kami menargetkan kasus DBD tidak ada korban jiwa," kata Endang.

Menurut Endang lagi, selama ini penyakit DBD di Kabupaten Lebak belum pernah hilang dan menjadi perhatian pemerintah daerah setempat.

Kasus DBD di daerah itu pada tahun 2024 jumlahnya sampai di atas 2.000 orang, dan sembilan orang meninggal dunia.

Namun, kata dia, saat ini kasus DBD 2025 menurun, karena dilakukan pencegahan, juga terapi awal dan inovasi pengobatan.

"Semua penderita DBD dilakukan pengobatan melalui fasilitas kesehatan itu," katanya.

Kepala Puskesmas Rangkasbitung Kabupaten Lebak Yayang Citra Gumilar mengaku pihaknya hingga kini terus melakukan kegiatan sosialisasi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat mencegah penyebaran DBD, terlebih curah hujan meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.