Sekolah Rakyat Terapkan 2 Kurikulum
📅 Selasa, 20 Mei 2025, 03:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Pembelajaran di Sekolah Rakyat akan menggunakan dua kurikulum yakni kurikulum formal dan pendidikan karakter.
JAWA TIMUR - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan terdapat dua kurikulum pembelajaran yang sedang dipersiapkan untuk digunakan di Sekolah Rakyat, yakni kurikulum formal dan pendidikan karakter.
“Ada dua kurikulum, yakni kurikulum formal dan kurikulum pendidikan karakter,” kata Gus Ipul, sapaan akrabnya seusai Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama untuk Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Al-Hikmah International Islamic Boarding School di Kota Batu, Jawa Timur, Senin (19/5).
Menurut dia dua kurikulum itu penting karena tidak hanya mematangkan pelajar dari sisi akademis, tetapi juga karakter atau kepribadiannya. “Apalagi Sekolah Rakyat ini kan boarding school,” ujarnya.
Mensos Gus Ipul juga menyatakan mendapatkan bantuan dari sekolah swasta dalam menyusun modul dan penggunaan aplikasi pembelajaran untuk Sekolah Rakyat. “Seperti di Al-Hikmah juga punya aplikasi, in syaa Allah akan memudahkan kami mengelaborasikan kurikulum yang sudah dibuat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” tuturnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mengenai perkembangan progres fasilitas untuk Sekolah Rakyat, dia menyebut jika saat ini ada 53 bangunan yang sedang dalam tahap renovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Perbaikan kondisi bangunan di puluhan titik Sekolah Rakyat tersebut tidak menemui kendala apapun. Semuanya berjalan lancar sesuai dengan rencana dan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Renovasi bangunan untuk Sekolah Rakyat dijadwalkan rampung pada Juni 2025, sehingga bisa segera menyelenggarakan proses belajar mengajar pada tahun ajaran 2025/2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia pun berharap realisasi pelaksanaan proses pendidikan bagi siswa dan siswi di Sekolah Rakyat ke depannya bisa berjalan di 100 titik. “Mudah-mudahan ke depan ada 50 lagi titik atau 40 titik sehingga nanti ada 100 titik,” ucapnya.
Gus Ipul menjelaskan bahwa lokasi yang akan dijadikan sebagai Sekolah Rakyat mulanya diajukan terlebih dahulu kepada Kementerian Pekerjaan Umum, untuk selanjutnya dilakukan survei lokasi.
Setelah dinyatakan layak, maka Kementerian Pekerjaan Umum akan membuat rencana renovasi. Bahkan, kata dia, hingga saat ini survei terhadap usulan lokasi Sekolah Rakyat masih terus dilakukan.
Lebih dari 10 Ribu
Mensos mengharapkan jumlah peserta didik yang tertampung di dalam program Sekolah Rakyat bisa mencapai lebih dari 10 ribu pelajar. “Harapan kami kalau bisa di atas 10 ribu pelajar. Tapi ini masih berharap ya, belum pasti,” kata Gus Ipul.
Sebanyak 10 ribu pelajar itu merupakan akumulasi dari siswa siswi jenjang pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas di Sekolah Rakyat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!