Final Liga Europa: Tiket Emas Liga Champions Jadi Jalan Keluar Bagi MU dan Spurs
📅 Selasa, 20 Mei 2025, 08:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
BILBAO – Manchester United dan Tottenham Hotspur akan saling sikut demi tiket emas ke Liga Champions saat keduanya bertemu di final Liga Europa, Kamis (22/5) dini hari WIB di Stadion San Mames, Bilbao. Laga ini menjadi peluang terakhir bagi dua tim yang musim ini tampil mengecewakan di Liga Inggris.
Tak hanya trofi, kemenangan juga berarti suntikan dana besar hingga 100 juta pound (sekitar 2,6 triliun rupiah) dari partisipasi di Liga Champions musim depan. Sebuah peluang yang sangat krusial bagi MU dan Spurs, dua klub raksasa yang musim ini justru terjerembab di papan bawah klasemen Liga Inggris.
Manchester United saat ini berada di posisi ke-16 klasemen sementara dan telah menelan 18 kekalahan—rekor terburuk mereka sejak degradasi pada tahun 1974. Kondisi Tottenham bahkan lebih buruk. Tim asuhan Ange Postecoglou itu menempati posisi ke-17 dan mencatat 21 kekalahan, catatan terburuk sejak promosi ke Premier League pada tahun 1978.
Dengan fokus utama mengincar Liga Europa, performa keduanya di liga domestik terus memburuk. MU tanpa kemenangan dalam delapan laga terakhir di Premier League—rekor negatif sepanjang sejarah mereka di era Premier League. Sementara Tottenham baru saja kalah dari Aston Villa, kekalahan kelima dari enam pertandingan terakhir.
Spurs sejatinya pernah meraih dua gelar Liga Europa (dulu bernama Piala UEFA), namun trofi terakhir mereka di ajang Eropa diraih pada tahun 1984. Klub asal London Utara itu juga sudah 17 tahun puasa gelar di semua kompetisi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Harapan sempat muncul ketika Spurs mencapai final Liga Champions 2019, namun mereka kalah dari Liverpool dalam duel sesama wakil Inggris yang membosankan di Madrid.
“Kalau melihat sejarah klub dalam 20 tahun terakhir, saya rasa final ini bisa jadi titik balik,” ujar Postecoglou dalam konferensi pers pekan lalu.
Meski MU terus menurun sejak era Sir Alex Ferguson berakhir pada tahun 2013, mereka sempat meraih Piala FA dan Piala Liga di bawah Erik ten Hag. Namun, pelatih saat ini Ruben Amorim mengalami masa sulit sejak mengambil alih pada bulan November lalu, hanya mencatat enam kemenangan dari 26 pertandingan liga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Liga Europa, MU tampil lebih hidup. Mereka menyingkirkan Real Sociedad dan Athletic Bilbao, serta mencetak comeback dramatis atas Lyon di perempat final setelah sempat tertinggal agregat 4-6, dan akhirnya menang 7-6. Kemenangan itu membangkitkan kenangan final Liga Champions 1999 yang legendaris.
Namun Amorim tetap realistis soal kondisi tim. “Saya tidak terlalu khawatir soal final. Itu justru masalah terkecil di klub saat ini,” kata mantan pelatih Sporting Lisbon itu. “Ada hal yang lebih mendasar yang perlu diubah.”
Menariknya, Tottenham musim ini selalu menang dalam tiga pertemuan kontra MU: dua kali di Premier League dan sekali di Piala Liga. Postecoglou juga belum pernah kalah dalam lima laga melawan Setan Merah.
“Dari sisi probabilitas, rasanya sulit bagi satu tim untuk kalah empat kali berturut-turut," ujar Amorim menyikapi rekor buruk MU melawan Spurs musim ini.
MU tetap punya keunggulan pengalaman lewat sosok seperti Bruno Fernandes dan Casemiro. “Mereka tahu bagaimana cara memenangi trofi, sementara Tottenham belum," kata Paul Scholes, eks gelandang MU.
Terlepas dari buruknya performa di liga, Amorim diyakini akan tetap dipertahankan karena perjalanan impresif MU menuju final. Sebaliknya, masa depan Postecoglou dipertaruhkan. Pelatih asal Australia itu hampir pasti dilengserkan bila gagal memenuhi janji mempersembahkan gelar di musim keduanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!