Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Fokus Intervensi Wilayah Spesifik untuk Tekan Angka Kemiskinan

📅 Minggu, 18 Mei 2025, 11:30 WIB | Oleh:
Pemprov Fokus Intervensi Wilayah Spesifik untuk Tekan Angka Kemiskinan Doc: Antara Foto
Ket. Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Pemerintah Provinsi di Indonesia tengah fokus melakukan intervensi di wilayah spesifik untuk menekan angka kemiskinan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan fokus melakukan intervensi di wilayah spesifik dalam upaya menekan dan menurunkan kemiskinan di daerah itu.

Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi di Makassar, Minggu, mengatakan Pemprov Sulsel telah menyusun rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang mengusung visi "Sulawesi Selatan Maju dan Berkarakter", dengan empat misi utama yang seluruhnya mendukung penanggulangan kemiskinan.

Fatmawati merinci strategi penanggulangan kemiskinan dalam tiga pilar utama. Pertama, Pengurangan Beban Pengeluaran Masyarakat, melalui, Layanan dasar (pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi); Bantuan sosial berbasis data kesejahteraan; pembangunan rumah layak huni dan perlindungan kelompok rentan (lansia, penyandang disabilitas, perempuan kepala keluarga).

Kedua, peningkatan pendapatan masyarakat, melalui pemberdayaan UMKM dan ekonomi lokal; pelatihan kerja bagi generasi muda; akses permodalan usaha mikro dan pertanian berbasis teknologi.

"Serta ketiga yakni penurunan kantong-kantong kemiskinan melalui Intervensi wilayah berbasis data spasial dan penataan kawasan kumuh dan daerah tertinggal, pembangunan infrastruktur dasar di wilayah terisolasi," ujarnya.

Ia menjelaskan, ketiga pilar ini perlu ditopang tata kelola yang terintegrasi. Sinergi pusat-daerah, data yang akurat, dan pelibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan.

Dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025, Fatmawati menekankan pentingnya pertemuan tersebut sebagai upaya memperkuat konsolidasi lintas sektor untuk mempercepat pengurangan kemiskinan di Sulsel.

Ia menegaskan, penanggulangan kemiskinan bukan hanya tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara sistematis, terencana, dan terintegrasi.

Penanggulangan kemiskinan adalah kebijakan dan program nasional yang memerlukan sinergi semua pihak. Dalam konteks daerah, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 53 Tahun 2020 menjadi acuan penting dalam penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah.

"Koordinasi ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat kerja sama, serta menyusun strategi yang lebih tajam dan berdampak langsung pada masyarakat miskin,” ujar Fatmawati.

Sebagai Ketua TKPK Provinsi, Fatmawati menyoroti peran strategis kelembagaan TKPK dalam menyinergikan berbagai program, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Ia juga mengapresiasi capaian penurunan angka kemiskinan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel.

Per September 2024, tingkat kemiskinan di Sulawesi Selatan tercatat sebesar 7,77 persen atau turun 0,29 persen poin dibandingkan Maret 2024 yang mencapai 8,06 persen.

Secara absolut, penduduk miskin berkurang 24.700 jiwa, menjadi 711.770 orang. Meski demikian, terjadi peningkatan kemiskinan di wilayah perkotaan dari 5,08 persen menjadi 5,21 persen, yang disebut Fatmawati sebagai indikasi perlunya pendekatan wilayah yang lebih kontekstual.

Kabupaten Pangkep tercatat memiliki tingkat kemiskinan tertinggi sebesar 12,41 persen, disusul Jeneponto (11,82 persen), dan Luwu (11,7.persen). Daerah lainnya yang juga masuk dalam sepuluh besar adalah Enrekang, Luwu Utara, Kepulauan Selayar, Tana Toraja, Toraja Utara, Bone, dan Maros.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bermula dari apk ijo asing yang masuk jadi ...
    Tolong pak presiden jgn cuma bacot MBG truss ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Advertisement
injourney
Advertisement
bni-atasdetailmobile
Advertisement
astra2
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

3 jam lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
BMKG Catat 235 Gempa Susula...
Nasional
Terus Bertambah! Gempa Dahs...
Advertisement
bankjakarta-detail-mobile
Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

15 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.