Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bantul terima distribusi alsintan wujudkan program swasembada pangan

📅 Minggu, 18 Mei 2025, 16:20 WIB | Oleh:
Bantul terima distribusi alsintan wujudkan program swasembada pangan Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Petani di wilayah Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta mengolah lahan dengan alat mesin pertanian.

Bantul -- Kelompok tani di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta terus menerima distribusi alat mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat, guna mendukung dan mewujudkan program swasembada pangan.

"Setiap bulan, Kabupaten Bantul terus menerima distribusi alsintan. Ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Presiden dalam mewujudkan swasembada pangan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo di Bantul, Minggu.

Menurut dia, sebelumnya bantuan alsintan prapanen telah diserahkan kepada beberapa kelompok tani di Bantul sejumlah 27 unit yang terdiri dari traktor roda dua, pompa air, dan alat tanam rice transplanter beberapa hari lalu.

Kemudian bantuan alsintan bagi kelompok tani berupa tiga unit combine harvester akan diserahkan pemerintah pada bulan Juni. Dengan bantuan alsintan itu, harapannya dapat mendukung percepatan tanam padi di Bantul.

"Karena Kabupaten Bantul pada tahun 2025, menargetkan tanam padi seluas 34.546 hektare, dan meningkat menjadi 40.000 hektare pada tahun depan sesuai dengan arahan Bupati," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, selain memberikan bantuan alsintan, pemerintah melalui Kementerian Pertanian juga menetapkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram dan jagung Rp5.500 per kilogram.

Dengan HPP tersebut, kata dia petani, disebut dapat meraih keuntungan hingga sebesar Rp60 juta per hektare.

Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan apresiasi terhadap peningkatan produksi pertanian yang signifikan di Bantul. Keberhasilan sektor pertanian ini tak lepas dari adopsi teknologi di sektor pertanian yang telah diterapkan.

"Kita sudah mulai dari pembenihan, penggunaan alat pertanian modern, hingga elektrifikasi pertanian, menggantikan tenaga diesel dengan tenaga listrik," katanya.

Bupati juga mengatakan, ke depan, Bantul akan melangkah lebih jauh dengan digitalisasi pertanian di lahan pasir sepanjang pantai selatan. Yang tentunya didukung dengan ketersediaan pupuk, alat mesin, hingga kepastian harga pembelian hasil panen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
PT Pertamina Hulu Indonesia...
Nasional
KRI Nala evakuasi korban ke...
Daerah
BNPB: Tanggul Jebol Picu Ba...

Lorong Bendera Merah Putih di Tasikmalaya

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Lorong Bendera Merah Putih ...

Pelatihan pembuatan roti dan kue di Jakarta

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pelatihan pembuatan roti da...

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

Bau Badan Menyengat, Seorang Penumpang Transjakarta Diturunkan di Kampung Melayu, Manusiawikah?

04 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.