Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kurangi Impor, Kementan Genjot Produksi Vaksin dan Obat Hewan Dalam Negeri

4 Kamis, 28 Mei 2026, 23:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kurangi Impor, Kementan Genjot Produksi Vaksin dan Obat Hewan Dalam Negeri Kurangi Impor, Kementan Genjot Produksi Vaksin dan Obat Hewan Dalam Negeri Doc: istimewa
Ket. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menegaskan kebutuhan vaksin dan obat hewan nasional terus meningkat seiring pertumbuhan populasi ternak dan penguatan program ketahanan pangan nasional, termasuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

MAKASSAR— Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kemandirian subsektor peternakan nasional melalui pengembangan industri vaksin dan obat hewan dalam negeri. Salah satu langkah nyata yang kini didorong adalah kerja sama investasi pembangunan pabrik vaksin dan obat hewan modern di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, bersama sektor swasta nasional dan mitra industri global.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kemenan, Agung Suganda, menegaskan bahwa kebutuhan vaksin dan obat hewan nasional terus meningkat seiring pertumbuhan populasi ternak dan penguatan program ketahanan pangan nasional, termasuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

“Pemerintah terus mendorong peningkatan produksi protein hewani nasional melalui penguatan subsektor peternakan. Karena itu, kebutuhan vaksin dan obat hewan juga meningkat dan harus dipenuhi secara mandiri dan berkelanjutan,” kata Agung dalam pembahasan kerja sama investasi vaksin hewan di Makassar, Rabu (27/5).

Agung menjelaskan, saat ini pemerintah melalui Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma tengah membangun fasilitas produksi vaksin yang lebih modern. Namun kapasitas produksi vaksin unggas nasional yang dapat dipenuhi pemerintah saat ini masih sekitar 32 persen dari kebutuhan nasional sehingga kolaborasi dengan sektor swasta dan mitra global menjadi penting.

“Kami sangat terbuka terhadap kerja sama transfer teknologi dan pengembangan produksi vaksin di Indonesia, khususnya untuk jenis vaksin yang saat ini masih diimpor,” ujarnya.

Menurut Agung, Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar, tidak hanya untuk vaksin unggas dan sapi, tetapi juga vaksin hewan kesayangan dan hewan olahraga seperti kuda.

“Permintaan vaksin dan obat hewan untuk anjing, kucing, dan kuda juga meningkat sangat pesat, terutama di kota-kota besar. Ini menjadi peluang investasi yang sangat potensial,” katanya.

Sementara itu, Chief Accountant China National Agricultural Development Group (CNADC), Zhou Yuegang, yang memimpin delegasi China Animal Husbandry Industry Corporation (CAHIC), menyampaikan apresiasinya atas keterbukaan Pemerintah Indonesia dalam membangun kolaborasi bidang kesehatan hewan.

“Kami melihat Indonesia sebagai pasar yang sangat strategis dengan potensi pertumbuhan industri peternakan yang besar. Karena itu, kami mendukung penguatan kerja sama jangka panjang dalam pengembangan vaksin dan kesehatan hewan,” ujar Zhou.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pembahasan internal untuk memperkuat peluang investasi dan kerja sama teknologi bersama mitra di Indonesia.

“Kami berharap kerja sama ini dapat berkembang menjadi kemitraan strategis yang saling menguntungkan, baik bagi Indonesia maupun China,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan PT Kawasan Industri Takalar (KITA) Rahman Arif, memaparkan rencana pembangunan kawasan industri modern di Takalar yang akan terintegrasi dengan pelabuhan, logistik, industri peternakan, hingga fasilitas pendukung lainnya.

“Kawasan industri Takalar kami siapkan menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Indonesia Timur, termasuk pengembangan industri vaksin dan obat hewan yang terintegrasi dan berkelanjutan,” jelas Rahman Arif.

Menurutnya, kawasan industri tersebut dirancang untuk mendukung investasi jangka panjang di subsektor peternakan dan kesehatan hewan nasional.

Kementerian Pertanian menegaskan akan terus mengawal proses investasi tersebut agar tetap memenuhi standar dan regulasi pemerintah Indonesia, sekaligus memastikan adanya transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional.

“Kami ingin investasi ini tidak hanya menghadirkan industri baru, tetapi juga membangun kemandirian vaksin nasional, memperkuat biosekuriti, serta meningkatkan daya saing peternakan Indonesia,” tutup Agung. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Malaysia Benar-benar Menggunduli Indonesia

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Malaysia Benar-benar Menggu...
Megapolitan
Cari Solusi Problem Kota-ko...

Cadangan Gas Eropa Terendah Sejak 2013

1.5 jam yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Cadangan Gas Eropa Terendah...
Nasional
Daya Beli Melemah, Penguata...

Anggaran Perumahan Jakarta Disiapkan Rp1,54 Triliun

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Anggaran Perumahan Jakarta ...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.