Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemprov NTT Dorong Penanganan Rabies Berbasis Kesejahteraan Hewan

📅 Sabtu, 17 Mei 2025, 08:17 WIB | Oleh:
Pemprov NTT Dorong Penanganan Rabies Berbasis Kesejahteraan Hewan Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Dinas Peternakan NTT Yohanes Oktavianus

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui dinas peternakan mendorong upaya penanganan kasus rabies berbasis kesejahteraan hewan (animal welfare).

“Penanganan rabies berbasis kesejahteraan hewan menjadi salah satu bentuk adaptasi kami dalam menghadapi kasus rabies saat ini,” kata Kepala Dinas Peternakan NTT Yohanes Oktavianus di Kupang, NTT, Jumat (16/5).

Hal ini ia sampaikan saat ditanya perihal upaya Pemprov NTT dalam penanganan rabies berbasis prinsip kesejahteraan hewan serta kolaborasi lintas lembaga/komunitas.

Pihaknya melihat bahwa prinsip tersebut diwujudkan melalui pendekatan yang tidak mengeliminasi hewan secara massal, tetapi melalui strategi edukasi dan vaksinasi.

Hal ini juga berkaitan dengan presentasinya dalam fokus grup diskusi lintas lembaga dan sektor, lewat materi berjudul “Strategi Dinas Peternakan Provinsi NTT dalam pengendalian rabies dan peningkatan kesejahteraan hewan di NTT”.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa upaya edukasi sangat penting. Hal ini dikarenakan tantangan di lapangan akan rendahnya partisipasi masyarakat dalam menyerahkan anjingnya untuk divaksinasi.

Karena itu, ia juga mendorong upaya komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) sebagai salah satu langkah strategi dalam sosialisasi penanganan rabies berbasis prinsip-prinsip kesejahteraan hewan.

Strategi lainnya, tambah dia, yaitu dengan kolaborasi lintas institusi dan negara. Menurut dia, upaya kolaborasi menjadi terobosan yang memberi dampak signifikan karena melibatkan banyak pihak terkait.

Pihak pemprov sendiri juga telah menyiapkan langkah strategis seperti penutupan wilayah, vaksinasi hewan penularan rabies (HPR) hingga 70 persen, peningkatan kapasitas vaksinator dan penguatan kapasitas laboratorium kesehatan hewan (labkeswan).

Lebih lanjut, pihaknya mengapresiasi Yayasan JAAN Domestic melalui RAW NTT selaku mitra pemprov dalam penanganan rabies karena telah menginisiasi forum diskusi tersebut.

“Harapannya apa yang sudah direncanakan dalam rangka penanganan rabies dapat segera dilakukan secara kolaboratif oleh semua elemen terkait,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rupiah Sentuh Level Terendah terhadap Dolar AS

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Rupiah Sentuh Level Terenda...

Jakarta Fair Akan Berlangsung Lebih Lama

1 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Fair Akan Berlangsu...
Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
Nasional
Pengesahan UU Pengembangan ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.