Legawa! Panpel Arema FC Menerima Sanksi Imbas Pelemparan Bus Persik
📅 Sabtu, 17 Mei 2025, 22:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
MALANG – Panpel Arema FC legawa menerima sanksi larangan menyelenggarakan pertandingan kandang tanpa penonton dan denda senilai Rp20 juta dari Komdis PSSI, imbas pelemparan terhadap bus pemain Persik Kediri di sekitaran Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.
"Kami dari Panpel Arema FC menerima keputusan dari Komdis PSSI," kata Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu(17/5).
Sanksi Komdis PSSI kepada Panpel Arema FC tertuang dalam surat keputusan bernomor 179/L1/SK/KD-PSSI/V/2025 tertanggal 15 Mei 2025.
Erwin menyatakan insiden pelemparan bus pemain Persik itu merupakan pembelajaran bagi pihaknya untuk melakukan pembenahan ke arah yang lebih baik.
"Ini juga untuk introspeksi dan pembenahan," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Erwin optimistis bantuan dari Presidium Aremania Utas dan berbagai pihak lainnya akan membuat seluruh suporter Arema FC semakin menjunjung tinggi nilai sportivitas, menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama pertandingan berlangsung.
"Kami semua akan berbenah dan semakin sportif dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama pertandingan," kata dia.
Selain itu, dia optimistis kepolisian mampu mengusut peristiwa ini secara profesional, hingga melakukan penangkapan kepada pelaku pelemparan tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kami percaya pihak kepolisian akan segera mengungkap dan menangkap pelaku penyerangan," tambahnya.
Sebagaimana diketahui, pada Minggu (11/5) bus yang mengangkut pemain dan tim pelatih Persik Kediri dilempar batu oleh orang tak dikenal setelah keluar dari kawasan Stadion Kanjuruhan.
Aksi penyerangan itu menyebabkan kaca bagian kiri bus mengalami pecah.Beberapa penumpang bus sampai mengalami luka ringan, salah satunya adalah Pelatih Persik Kediri, Divaldo Alves.
Kini, Kepolisian Resor Malang telah melakukan penyelidikan guna mengungkap identitas pelaku pelemparan itu, termasuk memintai keterangan 15 saksi hingga mengecek rekaman video yang beredar di sosial media maupun CCTV di sekitaran kawasan Stadion Kanjuruhan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!