Cerita Samsung Research Ciptakan Audio Eraser, Fitur AI yang Disukai Konsumen Indonesia
📅 Sabtu, 17 Mei 2025, 21:45 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Samsung
Bayangkan Ketika sedang merekam penampilan musisi jalanan, tapi suara klakson mobil justru lebih mendominasi daripada musiknya. Atau saat membuat vlog di kafe, obrolanmu nyaris tak terdengar gara-gara bisingnya suasana sekitar.
Hadir di Galaxy S25 Series, Audio Eraser dirancang untuk membantu pengguna menghilangkan suara latar yang mengganggu dan memperjelas suara utama dalam setiap rekaman video sehingga hasilnya lebih jernih.
Fitur Audio Eraser merupakan hasil dari pemahaman mendalam terhadap keinginan pengguna, yang diwujudkan melalui kolaborasi antara Samsung Research dan Mobile eXperience (MX) Business. Hasilnya, fitur Audio Eraser menjadi sangat relevan dengan pengguna masa kini.
Dari riset internal Samsung, Audio Eraser menempati posisi ke-2 sebagai fitur yang paling menarik perhatian dengan total 51 persen pengguna yang menyatakan hal tersebut.
Pihak Samsung melakukan perbincangan dengan Hejung Yang salah satu anggota dari tim AI Solution di Samsung Research untuk membahas lebih dalam bagaimana fitur inovatif ini dikembangkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Deteksi Sumber Suara
Audio Eraser menghadirkan kemudahan baru dalam mengedit suara di video. Dengan teknologi ini, bisa langsung menghilangkan suara bising yang mengganggu dan menonjolkan audio penting sesuai keinginan. Fitur ini secara cepat memindai dan memisahkan berbagai jenis suara dalam video, baik itu rekaman sendiri maupun video yang diterima dari orang lain.
Sama seperti kehadiran Object Eraser yang dulu merevolusi proses edit foto di Galaxy S21 series, kini Audio Eraser membawa pengalaman multimedia yang lebih canggih dan seamless, baik dari sisi audio maupun video.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Audio Eraser memudahkan pengguna mengatur suara dalam video, termasuk mengurangi atau menghapus suara latar belakang yang mengganggu,” kata Hejung Yang.
Model Deteksi dan Pemisahan Sumber Suara
Audio Eraser mampu membedakan enam jenis suara sekaligus, mulai dari suara manusia, musik, angin, suara alam, keramaian, hingga suara latar. Dengan teknologi deteksi sumber suara, fitur ini bisa secara cepat mengidentifikasi setiap suara yang terekam dalam video dan menentukan posisinya.
Setelah itu, melalui teknologi pemisahan suara, Audio Eraser memisahkan serta mengelompokkan tiap bunyi ke kategori yang berbeda, sehingga hasil akhir jadi jauh lebih jernih dan fokus.
Untuk membangun model AI yang mampu mendeteksi dan memisahkan berbagai jenis audio, tim riset memulai dengan mengumpulkan data pelatihan yang komprehensif. Mereka mensimulasikan berbagai situasi perekaman video di dunia nyata untuk menghasilkan dataset audio yang beragam. Bahkan, tim juga turun langsung ke lapangan demi merekam suara-suara sehari-hari secara autentik.
“Angin menjadi tantangan tersendiri bagi kami,” ujar Hejung Yang. “Selain terus menyempurnakan teknologi simulasi angin, kami juga memperkaya dataset dengan merekam suara angin asli di luar ruangan setiap kali ada angin kencang, bahkan di luar jam kerja atau saat akhir pekan,” ujar dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!