4 Cara Bangun Tidur di Pagi Hari Tanpa Rasa Lelah dan Pusing
📅 Sabtu, 17 Mei 2025, 14:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANCSLEEP
Trudy Meehan, RCSI University of Medicine and Health Sciences
Jika kamu merasa bangun tidur adalah tantangan terbesarmu dalam memulai hari, kamu tidak sendirian. Kondisi ini disebut sleep inertia dan sebenarnya wajar dialami ketika bangun tidur. Namun, terus-menerus bangun dengan perasaan lelah tentu bukan kondisi yang ideal.
Banyak penelitian tentang sleep inertia fokus pada bagaimana mengurangi
risiko gangguan kondisi ini pada pekerjaan. Namun, hingga sekarang belum ada bukti kuat yang mendukung satu cara tertentu sebagai solusi yang paling efektif.
Solusi dengan bukti paling menjanjikan adalah konsumsi kafein sebelum tidur sebentar kurang dari 30 menit. Ini terbukti mengurangi efek sleep inertia.
Cara tersebut memang membantu kita menyegarkan diri di siang hari atau di tengah-tengah aktivitas. Tapi kembali tidur lagi setelah bangun tidur di pagi hari bukanlah hal praktis bagi kebanyakan dari kita. Berikut ini beberapa hal yang bisa kamu lakukan sebagai gantinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pakai jam beker
Jika kamu kesulitan bangun di pagi hari, hal pertama yang perlu ditanyakan adalah di mana kamu meletakkan ponselmu? Kalau kamu menggunakan ponsel sebagai alarm, coba gantilah dengan jam beker.
Jam beker memang terkesan kuno, tapi ponsel masa kini yang kita tempatkan dekat tempat tidur akan menurunkan kualitas tidur. Sebab, posisi ponsel di dekat kita saat tidur membuat kita mudah tergoda untuk menggunakan ponsel.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bukan hanya soal notifikasi yang mengganggu. Bahkan ketika memilih mode senyap (silent) pun, ponsel yang ada di dekat kita tetap bisa memunculkan kecemasan antisipatif (cemas karena kemungkinan terjadinya sesuatu di masa depan) dan meningkatkan peluang munculnya rangsangan emosional (emotional arousal). Keberadaan ponsel membuat kita selalu berada di level waspada yang mencegah kita masuk ke fase tidur lelap (deep sleep).
Manfaat tambahan menjauhkan ponsel dari tempat istirahat kita adalah peluang untuk mengecek ponsel sebagai aktivitas pertama saat bangun tidur menjadi sangat berkurang. Banyak sekali alasan mengapa sebaiknya kita menjauh dari kebiasaan ini.
Salah satu alasan utamanya adalah ketika kita membuka ponsel saat bangun tidur, kita sebenarnya sedang memberikan diri kita dopamin dosis kecil, padahal belum ada nyawa untuk benar-benar bangkit dari tempat tidur.
Dopamin memegang peranan krusial dalam motivasi dan keinginan makanan. Dopamin bisa naik dan turun sepanjang hari. Penurunan dopamin merupakan hal yang diperlukan karena menimbulkan perasaan tak nyaman sehingga mendorong kita melakukan tindakan untuk merasa lebih baik.
Coba bayangkan manusia purba yang butuh motivasi meninggalkan gua yang sangat aman demi mencari makanan, air, atau pasangan. Keluar dari gua merupakan tindakan berisiko tinggi. Pemikiran keluar dari gua menimbulkan rasa tidak nyaman akibat penurunan dopamin. Ketidaknyamanan ini menjadi pendorong utama manusia purba tersebut untuk mengambil tindakan.
Terkadang, kita lupa bahwa otak kita masih berjalan dengan cara kuno ini. Pada dasarnya, manusia masih bergantung pada sistem yang sama untuk bangun dari tidur. Ketika kita bangun dan membuka ponsel, kita bertemu dengan serangan dopamin skala kecil yang terus-menerus—notifikasi, orang cakep, jumlah likes, dan informasi baru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!