4 Cara Bangun Tidur di Pagi Hari Tanpa Rasa Lelah dan Pusing
📅 Sabtu, 17 Mei 2025, 14:36 WIB | Oleh: Tim PenulisStimulus mikro ini dapat menumpulkan sistem naik turunnya dopamin dalam tubuh kita. Karena terus-menerus terpapar dopamin, kita jadi menghindari ketidaknyamanan yang sebenarnya memotivasi kita untuk mengambil tindakan. Bukannya bangun dan beraktivitas, scroll ponsel memberi kita “kenyamanan palsu” yang membuat kita makin betah berada di tempat tidur.
Jangan pencet snooze
Ketika kamu sudah meletakkan ponsel agak jauh dari tempat tidur dan mulai menggunakan jam beker, tantangannya adalah membangun hubungan dengan jam beker. Langkah pertama dan terutama: hindari memencet snooze.
Ketika kita memutuskan untuk tidur sebentar lagi dari jam seharusnya kita bangun, peluang kembali masuk ke fase deep sleep jadi meningkat. Ini akan menyebabkan gangguan tidur yang teratur dan transisi tahap tidur yang tidak diinginkan. Kondisi tersebut akan memperburuk dampak sleep inertia dan mengurangi kebugaran tubuh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika kamu benar-benar tak bisa menahan godaan menekan tombol snooze, ada pilihan jam beker dengan roda yang bisa berlari. Dengan bergerak, kita jadi terpacu untuk bangkit dari tempat tidur.
Bisa juga pakai jam beker yang bisa membuka tirai agar ada cahaya matahari masuk ke kamar. Paparan cahaya singkat terbukti bisa meningkatkan kesadaran setelah bangun tidur dan menambah energi.
Ingat cara orang tua membangunkan kita
Sebaiknya Anda baca juga:
Kalian yang memiliki kakak, orang tua, atau pengasuh mungkin pernah mengalami dibangunkan dengan cara menarik selimut dari kasur. Versi ekstremnya, disiram air dari ember. Ternyata, cara-cara ini memang efektif.
Mendinginkan kaki dan tangan langsung setelah bangun merupakan cara efektif untuk mempercepat sleep inertia. Kalau masih sulit bangun juga, cara kuno seperti cuci muka juga manjur.
Jangan-jangan kamu memang perlu lebih banyak istirahat?
Sebelum melakukan segala cara untuk bangun dengan segar, coba cek apakah mungkin kamu memang sedang lelah dan perlu istirahat lebih. Sulit bangun tidur bukan berarti malas atau tidak punya kemauan keras untuk bangun. Mungkin kamu benar-benar butuh istirahat.
Jika kamu adalah orang yang memang sering kurang tidur atau punya kondisi kesehatan yang menguras tenaga atau menghadapi kejadian hidup yang benar-benar menyedot energi—mungkin kamu perlu mengizinkan dirimu untuk lebih banyak istirahat.
Ellen Samuels, akademisi disabilitas kritis, menulis tentang “crip time”, suatu konsep yang menjelaskan bahwa terkadang, kondisi kesehatan atau disabilitas mengubah hubungan kita dengan waktu sehingga kita beraktivitas dengan kecepatan yang berbeda. Samuels—dan akademisi lainnya—juga membahas paradoks kondisi, yaitu ketika kita perlu berjalan lebih lambat untuk bisa menyeimbangkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!