Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Kecewa Apple Pindahkan Produksi iPhone ke India, Bukan ke Amerika Serikat

📅 Jumat, 16 Mei 2025, 15:35 WIB | Oleh:
Trump Kecewa Apple Pindahkan Produksi iPhone ke India, Bukan ke Amerika Serikat Doc: Neowin

JAKARTA - Apple mulai memindahkan produksi iPhone dari Tiongkok ke India sebagai upaya menghindari beban tarif yang diberlakukan pemerintah Amerika Serikat. Langkah ini membuat Presiden AS Donald Trump merasa kurang senang karena dirinya berharap Apple membangun fasilitas produksi iPhone di dalam negeri, bukan di negara lain seperti India atau Brasil.

Dilaporkan oleh CNBC, Trump menyatakan bahwa ia sudah menyampaikan langsung ketidaksenangannya kepada CEO Apple, Tim Cook. Trump menyebut India sebagai salah satu negara dengan tarif tertinggi di dunia, meski di saat yang sama menyatakan bahwa negara tersebut kini bersedia mengenakan tarif nol persen kepada AS.

"Saya punya sedikit masalah dengan Tim Cook kemarin. Saya berkata kepadanya, 'temanku, aku sudah memperlakukanmu dengan sangat baik. Kamu datang ke sini dengan investasi sebesar $500 miliar, tapi sekarang aku dengar kamu membangun di seluruh India.' Saya tidak ingin kamu membangun di India," kata Trump.

Selama ini, Tiongkok menjadi pusat utama produksi iPhone, dengan lebih dari 90 persen perangkat kelas atas Apple dirakit di negara tersebut. Namun sejak Trump memicu perang tarif dengan Tiongkok, Apple dan perusahaan teknologi lain mulai memindahkan fasilitas produksi ke negara-negara dengan tarif rendah seperti India, Brasil, dan Vietnam.

"Saya berkata kepada Tim, 'Tim, lihat, kami sudah memperlakukanmu dengan sangat baik, kami sudah mentoleransi semua pabrik yang kamu bangun di Tiongkok selama bertahun-tahun, sekarang giliran kamu bangun untuk kami. Kami tidak tertarik kamu membangun di India, India bisa urus diri mereka sendiri... kami ingin kamu membangun di sini'," tambah Trump.

Trump tidak menjelaskan secara rinci apa bentuk peningkatan produksi Apple di Amerika Serikat, namun ia mengatakan Apple akan "menaikkan" jumlah produksinya di dalam negeri. Saat ini, Apple memang memproduksi sebagian chip-nya di AS melalui kerja sama dengan perusahaan semikonduktor TSMC, tetapi belum ada satu pun iPhone yang dirakit di Amerika Serikat.

Pada bulan Februari lalu, Apple berjanji akan menginvestasikan dana sebesar $500 miliar di Amerika Serikat selama empat tahun ke depan. Investasi ini terutama akan difokuskan pada pengembangan riset dan teknologi (R&D), produksi chip, dan perluasan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI). Namun, Apple belum mengumumkan rencana apapun terkait pemindahan perakitan iPhone ke dalam negeri.

Trump secara konsisten menekankan pentingnya manufaktur domestik sebagai bagian dari agenda ekonominya untuk mengembalikan lapangan kerja ke Amerika. Pernyataan kerasnya terhadap Apple mencerminkan tekanan yang semakin besar bagi perusahaan teknologi AS untuk tidak hanya berinvestasi, tetapi juga memindahkan lini produksi penting ke dalam negeri.

Dengan India menjadi alternatif utama bagi Apple karena insentif dan tarif yang lebih menguntungkan, tekanan dari Trump dapat menciptakan ketegangan baru dalam hubungan antara pemerintah AS dan raksasa teknologi tersebut. Sementara itu, Apple terus menyeimbangkan kebutuhan bisnis globalnya dengan tuntutan politik di negara asalnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.