SNPMB Bawa Semangat Berkeadilan dan Transparansi
📅 Jumat, 16 Mei 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim PenulisBisa diungkapkan tantangan pada saat proses pendaftarannya?
Berdasarkan rapat evaluasi Panitia SNPMB sesaat setelah penutupan berlangsung, masih ditemukan peserta yang belum menyelesaikan pembayaran, namun sudah mendapatkan lokasi ujian sehingga tidak ada masalah. Selain itu, ditemukan pula calon peserta yang pendaftarannya masuk dalam status ANTREAN, yaitu peserta ini belum mendapat lokasi ujian, sehingga menjadi masalah. Salah satu penyebab calon peserta masuk dalam status antrean adalah calon peserta melakukan pendaftaran menjelang akhir penutupan pendaftaran UTBK-SNBT sehingga terjadi lonjakan peserta yang memilih di beberapa lokasi ujian UTBK yang sudah penuh, walaupun dalam aplikasi pendaftaran telah ada notifikasi bahwa “peserta diminta memilih lokasi UTBK lain karena lokasi UTBK yang dipilih sudah penuh”.
Berkenaan dengan hal tersebut, Panitia SNPMB telah berkoordinasi dengan beberapa Pusat UTBK yang telah penuh untuk menambah sesi UTBK-SNBT agar calon peserta UTBKSNBT dapat difasilitasi untuk mengikuti UTBK-SNBT sesuai dengan lokasi Pusat UTBKSNBT yang dipilih, kecuali yang memilih Pusat UTBK-SNBT ISI Denpasar akan dialihkan ke pusat UTBK UNUD.
Apakah ada keringanan untuk peserta dari keluarga tidak mampu untuk mendaftar SNBT?
Sebaiknya Anda baca juga:
Pendaftar SNPMB Tahun 2025 dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan skema Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Pendaftaran KIP Kuliah hanya berlaku untuk pilihan prodi di PTN Kemdiktisaintek.
Bagaimana cara antisipasi kecurangan saat UTBK?
Panitia melakukan pengawasan dengan ketat dan penerapan sistem teknologi canggih untuk menjamin transparansi dan keamanan selama ujian berlangsung. Panitia SNPMB juga menerapkan sistem pengawasan dan keamanan digital guna meminimalisir potensi kecurangan. Untuk itu, kepada seluruh peserta UTBK, Panitia SNPMB mengimbau untuk hadir setidaknya 30 menit dari jadwal yang tertera di kartu peserta, mematuhi tata tertib ujian, dan menjaga kesehatan serta kondisi fisik selama mengikuti UTBK.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada pelaksanaan tetap ada pelanggaran. Bagiamana tanggapan Anda?
Kami memastikan tidak ada soal UTBK yang bocor. Kami sudah menyiapkan set soal yang berbeda tiap sesi UTBK. Kalau kita memiliki 23 sesi di pelaksanaan UTBK ini, maka kami menyiapkan lebih dari 23 set soal. Jadi tidak mungkin akan ada kebocoran soal. Kami juga sudah membangun sistem untuk mencegah kebocoran soal. Soal disimpan di tempat yang tidak terkoneksi internet sehingga dapat mencegah kebocoran soal.
Kalau misalnya ada kecurangan yang sempat terlambat diatasi, misalnya ada yang memfoto, kemudian mengupload, dan sebagainya, itu bisa saja terjadi. Tetapi itu soal untuk ujian yang sedang berlangsung, itu pun tidak mungkin secara keseluruhan. Kami memang membuat soal yang sama dalam persentase tertentu. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga standarisasi soal dari masing-masing sesi UTBK dan memiliki pola penilaian berbeda sehingga tidak mungkin merugikan peserta.
Apakah ada model kecurangan yang baru dalam pelaksanaan UTBK kali ini?
Kami menemukan fenomena joki UTBK lintas provinsi. Kami menemukan 10 kecurangan peserta UTBK yang menggunakan joki. Keterlibatan (joki) ini yang menarik. Jaringan perjokian lintas provinsi.
Sebagai contoh, terdapat empat lokasi pusat UTBK tempat terjadinya kecurangan di mana terdapat peserta yang berasal dari beda provinsi atau beda pulau. Meski demikian, proses tersebut tidak menyalahi aturan. Contoh, yang bersangkutan lulusan SMA Semarang. Pilihan prodi di UTBK-nya memilih UI dan UGM. Ujiannya di Medan, daftar ujiannya. Atau daftar ujiannya di Gorontalo. Apakah ini salah? Tidak salah. Selama memang bisa dibuktikan, tidak salah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!