Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Legislator Sebut Kecerdasan Buatan Jadi Ancaman bagi Pelaku Wisata, tapi Ada Cara untuk Menangkalnya

📅 Jumat, 16 Mei 2025, 16:45 WIB | Oleh:
Legislator Sebut Kecerdasan Buatan Jadi Ancaman bagi Pelaku Wisata, tapi Ada Cara untuk Menangkalnya Doc: antara foto
Ket. Anggota Komisi VII DPR Samuel Wattimena saat bimbingan teknis bagi pelaku wisata di kawasan Pantai Indah Kemangi, Kabupaten Kendal, Jumat (16/5).

SEMARANG - Anggota Komisi VII DPR Samuel Wattimena menyebut teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bisa mengancam keberadaan para pelaku wisata jika tidak meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya.

“Saat ini kita masih bisa mengelola sendiri potensi wisata yang ada, tapi lima tahun lagi belum tentu tenaga kita masih diperlukan,” kata Samuel saat bimbingan teknis bagi pelaku wisata di kawasan Pantai Indah Kemangi, Kabupaten Kendal, Jumat (16/5).

Menurut dia, banyak potensi sumber daya alam di wilayah tersebut untuk mendukung pariwisata.

Berbagai pariwisata alam yang dimiliki itu, lanjut dia, tidak memiliki sumber daya manusia yang memadai untuk mengelolanya.

Oleh karena itu, ia mendorong para pelaku wisata untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusianya agar tidak tergeser perannya oleh kecerdasan buatan.

"Hari-hari ini, kita sudah berhadapan dengan AI, sudah bukan angan-angan lagi," katanya dalam bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata itu.

Selain masalah sumber daya manusia, Samuel juga menyoroti tentang penanganan masalah sampah yang masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai objek wisata.

Ia mencontohkan sampah di sekitar objek wisata pantai yang disebut muncul akibat terbawa oleh gelombang pasang.

"Turis tidak peduli, mereka hanya melihat pantainya bersih atau kotor," katanya.

Oleh karena itu, ia mengharapkan kesadaran para pelaku wisata untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan tempat wisata.

"Tugas kita menjaga. Masing-masing tidak perlu berusaha lebih baik dari orang lain. Kita cukup harus lebih baik dibanding kemarin," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.