Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Multilateralisme Harus Didorong untuk Kurangi Ketimpangan Antarnegara

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 01:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Multilateralisme Harus Didorong untuk Kurangi Ketimpangan Antarnegara Doc: istimewa
Ket. Esther Sri Astuti Direktur Ekskutif Indef - Bagaimana industri lokal bisa terintegrasi dengan rantai pasok global, bukan hanya dijadikan pasar oleh negara lain.

JAKARTA - Indonesia dalam pertemuan tahunan Bank Pembangunan Asia atau Asian Asian Development Bank (ADB) yang ke-58 di Milan, Italia, awal bulan ini menyerukan penguatan multilateralisme dan transformasi digital. 

Dalam agenda ADB Governors’ Business Session, Indonesia yang diwakili oleh Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menyampaikan ketidakpastian global memicu kerentanan rantai pasok.

Dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Rabu (14/5), Wamenkeu menekankan pentingnya multilateralisme yang dapat memberikan solusi yang saling menguntungkan, mendorong pertumbuhan inklusif, dan mengurangi ketimpangan untuk mencapai kesejahteraan bersama.

ADB katanya memainkan peran penting dalam mendukung upaya negara anggota untuk memperkuat multilateralisme. Sebab, lembaga tersebut mampu memobilisasi sumber daya keuangan, pengetahuan yang luas, dan komitmennya yang kuat terhadap kerja sama regional. Hal itu membuat ADB sebagai mitra yang sangat diperlukan dalam membentuk sistem global yang lebih adil, responsif, dan tangguh.

Indonesia kata Thomas mendorong ADB untuk dapat memobilisasi lebih banyak investasi sektor swasta, mendukung sinergi pemerintah dan swasta, serta memperkuat policy-based lending untuk mendukung reformasi di negara-negara anggota ADB.

Direktur Ekskutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti sepakat terkait pentingnya memperkuat multilateralisme dan transformasi digital

ADB terangnya berperan penting dalam mendukung upaya negara anggota untuk kerja sama, namun yang terpenting adalah Indonesia harus bisa mendapatkan benefit lebih besar dari ADB.

“Tidak hanya untuk poverty alleviation tetapi juga mempererat kerja sama untuk bisa mendapat pasar lebih besar bagi produk produk Indonesia. Bagaimana industri lokal bisa terintegrasi dengan rantai pasok global, bukan hanya dijadikan pasar oleh negara lain,”ungkap Esther.

Tidak Ada Sekat

Sementara itu, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB Suhartoko mengatakan, dalam globalisasi saat ini, perlu mendapat perhatian. Sekat atau batas antar negara terutama dalam pasar keuangan hampir tidak ada.

“Konsekuensi gejolak stabilitas keuangan di suatu negara meskipun negara kecil sekalipun akan berdampak terhadap negara lain. Solusinya tidak hanya satu negara saja, namun harus melibatkan kerja sama multilateral,”ungkap Suhartoko

Saling kebergantungan (interdependensi) juga dapat memicu ketidakstabilan dan ketidakpastian ekonomi. Ketidakpastian dan ketidakstabilan akan lebih sering dijumpai dan oleh karena sumbernya multilateral, maka penyelesaiannya juga harus multilateral.

Pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto, yang diminta pendapatnya mengatakan, seruan Indonesia tersebut dikeluarkan pada saat yang tepat di tengah kecenderungan perilaku proteksionisme negara-negara saat ini.

“Meskipun nanti praktiknya agak sulit karena sekarang setiap negara memikirkan dirinya masing-masing, tapi kita masih punya harapan seruan ini disambut. Supaya berhasil mengajak negara lain, Indonesia harus mencari calon partner yang punya kepentingan sama di mana mereka akan mau bekerja sama untuk saling mengisi kebutuhan,” kata Wibisono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.