Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendikdasmen Latih Calon Fasilitator untuk Dukung Pembelajaran Coding

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 22:32 WIB | Oleh:
Kemendikdasmen Latih Calon Fasilitator untuk Dukung Pembelajaran Coding Doc: Istimewa
Ket. Direktur Guru Pendidikan Dasar, Kemendikdasmen, Rachmadi Widiharto

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melatih para calon fasilitator untuk mendukung pembelajaran Coding. Direktur Guru Pendidikan Dasar, Kemendikdasmen, Rachmadi Widiharto, menjelaskan, nantinya mereka akan jadi para calon pengajar yang akan melatih puluhan ribu guru di seluruh Indonesia.

"Kegiatan ini bertujuan membekali calon pengajar di daerah dengan keterampilan teknologi dan strategi kolaboratif agar menjadi fasilitator yang kompeten dan andal," ujar Rachmadi, dalam keterangan resminya, Kamis (15/5).

Dia mengungkapkan, para fasilitator nantinya akan menjangkau setidaknya 59.546 guru dari sekolah sasaran pada tahun 2025 yang tersebar di seluruh wilayah provinsi di Indonesia. Peserta pelatihan berasal dari kalangan akademisi, guru, dan praktisi.

Rachamdi memastikan, para calon fasilitator tidak hanya menerima pelatihan teknis. Mereka juga mengalami proses belajar aktif berbasis kebutuhan orang dewasa (andragogi).

"Peserta bukan hanya belajar teori, tapi langsung mempraktikkan strategi mengajar koding dan kecerdasan artifisial," jelasnya.

Rachmadi mengungkapkan, pelatihan menerapkan metode problem-based learning, project-based learning, hingga simulasi mengajar. Menurutnya, setiap sesi diakhiri dengan refleksi mendalam untuk mengaitkan teori dengan praktik lapangan.

"Refleksi ini penting agar peserta betul-betul siap membawa perubahan di kelas masing-masing," tuturnya.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menyebut pelatihan calon fasilitator merupakan bagian dari langkah strategis mempercepat transformasi pendidikan digital yang inklusif, etis, dan bertanggung jawab. Menurutnya, pnguasaan teknologi harus diiringi nilai-nilai tanggung jawab, etika, dan rasa aman.

"Yang terpenting bukan sekadar bikin gim atau program. Tapi bagaimana anak-anak kita mengembangkan soft skills: tanggung jawab, etika, dan rasa aman dalam menggunakan teknologi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Olahraga
UEFA Nations League: Pesta ...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.