Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polda Banten Inisiasi Solusi WPR untuk Legalkan Pertambangan Rakyat

📅 Jumat, 12 Des 2025, 04:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polda Banten Inisiasi Solusi WPR untuk Legalkan Pertambangan Rakyat Doc: Antara
Ket. Focus Group Discussion (FGD) lintas sektoral bertema penegakan hukum dan solusi pertambangan ilegal di Kota Serang, Kamis (11/12).

Serang - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Banten mendorong solusi menyeluruh untuk menangani praktik pertambangan ilegal di wilayah Banten, melalui penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung secara legal. 

Hal itu disampaikan Dirreskrimsus Polda Banten Kombes Pol Yudhis Wibisana dalam Focus Group Discussion (FGD) lintas sektoral bertema penegakan hukum dan solusi pertambangan ilegal.

“Pertambangan ilegal masih menjadi tantangan serius di wilayah hukum Polda Banten. Melalui FGD ini, kita ingin menyamakan persepsi terkait regulasi, pengelolaan, hingga solusi konkret agar aktivitas pertambangan dapat berjalan sesuai ketentuan,” kata Yudhis di Kota Serang, Kamis (11/12).

Ia menjelaskan bahwa forum diskusi tersebut mempertemukan pemerintah daerah, kementerian, lembaga teknis, dan masyarakat adat yang selama ini berhadapan langsung dengan persoalan pertambangan di lapangan. 

Fokusnya adalah memperjelas kerangka hukum, memperbaiki tata kelola, serta membuka jalan legal bagi masyarakat yang turun-temurun menggantungkan hidup dari pertambangan.

Salah satu titik pembahasan ialah upaya mendorong percepatan penetapan WPR. Melalui WPR, masyarakat dapat memperoleh Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dan tidak lagi terjebak dalam praktik tanpa perizinan yang berisiko hukum maupun lingkungan. 

“Legalitas pertambangan rakyat harus dikejar, tetapi tetap memegang prinsip kelestarian lingkungan dan hukum yang berlaku,” ujar Yudhis.

Ditreskrimsus Polda Banten mencatat 25 kasus pertambangan ilegal telah ditindak sepanjang 2025. Yudhis menyatakan bahwa penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan kepastian hukum. 

“Penegakan hukum tetap dilakukan, tetapi pendekatan kolaboratif menjadi prioritas untuk mencari solusi yang paling berpihak kepada masyarakat,” katanya.

Forum tersebut juga membahas larangan aktivitas tambang di kawasan hutan konservasi serta kewajiban pemerintah daerah untuk memastikan pengajuan WPR sesuai regulasi. 

Peserta FGD mencakup Dinas ESDM, PUPR, KLH, DPMPTSP, perangkat daerah kabupaten/kota, Perhutani, Balai TNGHS, masyarakat adat Kasepuhan, serta tokoh masyarakat. Narasumber berasal dari Ditjen Minerba Kementerian ESDM dan DLHK Banten.

FGD merekomendasikan dua langkah utama yakni menghentikan seluruh aktivitas pertambangan tanpa izin, serta mendorong pengajuan WPR untuk memberi dasar penerbitan IPR. Yudhis menegaskan bahwa kepolisian siap mengawal koordinasi tersebut. 

“Kami mendorong semua pihak, terutama pemerintah daerah dan masyarakat, untuk bersama-sama mencari solusi terbaik,” katanya.

Polda Banten berharap sinergi lintas institusi dapat menciptakan tata kelola pertambangan yang berkelanjutan dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat, sekaligus menekan praktik pertambangan ilegal yang berpotensi merusak lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.