Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Bikin Kejutan! Menguat di Tengah Pasar Asia Loyo

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 16:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Bikin Kejutan! Menguat di Tengah Pasar Asia Loyo Doc: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.
Ket. Arsip foto - Pekerja melintasi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA - Pasar saham memiliki pengaruh signifikan terhadap perekonomian karena berfungsi sebagai sarana pendanaan usaha dan indikator kinerja ekonomi. 

Selain itu, pasar saham juga memfasilitasi pergerakan modal, penemuan harga, dan membantu perusahaan dalam mengumpulkan modal. 

Pasar saham di tanah air terus menunjukkan tren positif dalam beberapa waktu terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/5) sore, ditutup menguat di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup menguat 60,28 poin atau 0,86 persen ke posisi 7.040,16. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,34 poin atau 1,19 persen ke posisi 796,42.

“IHSG menguat, mendapatkan tambahan sentimen positif terkait aksi beli bersih yang dilakukan oleh investor asing yang kembali masuk pasar saham Indonesia," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus di Jakarta.

Dari dalam negeri, aksi beli bersih oleh investor asing tidak terlepas dari meredanya tensi antara Amerika Serikat (AS) dan China, yang mana akan saling memangkas tarif. Kesepakatan pemangkasan tarif impor antara AS dan China memberikan harapan kembali terhadap kepercayaan investor di pasar saham Indonesia.

Dengan meredanya ketegangan perdagangan ini, mendorong investor mungkin lebih bersedia untuk berinvestasi di pasar saham Indonesia.

Dari regional, bursa regional Asia cenderung bergerak variasi pasca meredanya ketegangan tarif perdagangan antara AS dan China. Namun, pelaku pasar kembali fokus pada kebijakan makro terutama pada kebijakan fiskal.

Sebelumnya, pasar sudah mempertimbangkan tekanan pada ekonomi makro terkait perang tarif dagang, sehingga akan membuat ketidakpastian kebijakan fiskal.

Dengan ketidakpastian kebijakan fiskal dan data ekonomi yang melemah, dapat menambah risiko dan menyebabkan ketidakstabilan di pasar keuangan, sehingga akan memberikan tekanan ekonomi makro terkait tarif yang dapat menyebabkan volatilitas di pasar keuangan dan mempengaruhi keputusan investasi dan likuiditas.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor keuangan yang menguat sebesar 1,40 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor properti yang naik masing-masing sebesar 1,03 persen dan 0,97 persen.

Sedangkan, tiga sektor menurun yaitu sektor teknologi turun paling dalam minus sebesar 1,96 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor teknologi yang masing-masing turun sebesar 0,19 persen dan 0,16 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SSTM, WAPO, STRK, FITT dan HELI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni KBLV, DKHH, NAIK, CSIS dan SKRN.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.