Bapanas Bocorkan Jalan Cepat Hilirisasi Pangan, Ternyata Lewat Program Ini!
📅 Kamis, 15 Mei 2025, 23:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Humas Bapanas
JAKARTA – Hilirisasi pangan sangat penting di Indonesia karena dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian, menciptakan lapangan kerja, dan mempercepat pengentasan kemiskinan di pedesaan. Selain itu, hilirisasi membantu menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan menjaga stabilitas inflasi.
Hilirisasi memungkinkan produk pertanian diolah menjadi produk jadi yang lebih bernilai, misalnya dari hasil panen padi menjadi beras, tepung, atau produk olahan lainnya. Dengan begitu, petani dan pelaku usaha pangan dapat memperoleh pendapatan yang lebih besar.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyatakan hilirisasi pangan dapat tercapai dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih karena menjadi pendorong rantai pasok, distribusi, hingga nilai tambah produk pertanian dalam negeri.
"Kopdes Merah Putih digagas untuk akselerasi perekonomian desa. Sebagai impact (dampak) lanjutannya, hilirisasi pangan dapat diraih dalam ekosistem desa," kata Arief saat memberi sambutan dalam Musyawarah Desa di Kantor Desa Pataruman, Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (15/5).
Dia menyampaikan Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini tengah meningkatkan upaya percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Aksi kolaborasi itu berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 yang menargetkan 80 ribu Kopdes Merah Putih dapat berdiri.
Sebaiknya Anda baca juga:
Arief menyampaikan, Presiden Prabowo mengharapkan Koperasi Desa Merah Putih menjadi sarana peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, mengingat dana yang dikelola bisa mencapai Rp3 miliar.
"Jadi pembentukan Kopdes harus disesuaikan dengan kondisi dan potensi yang ada di desa," ujar Arief dikonfirmasi di Jakarta.
Ia menyebutkan berdasarkan hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap potensi desa (Podes) di 2024, mencatat terdapat total 84.276 wilayah administrasi pemerintah setingkat desa.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dari total tersebut, 27,65 persen desa/kelurahan memiliki produk barang unggulan dan hanya 10,35 persen desa/kelurahan yang memiliki produk barang unggulan dan berhasil ekspor," jelasnya.
Kendati demikian, masih ada 89,65 persen desa/kelurahan yang belum berhasil ekspor untuk produk barang unggulannya. Untuk itu langkah cepat pemerintah menggeber pembentukan Kopdes Merah Putih menjadi salah satu aksi nyata dalam bagaimana membangun perekonomian nasional mulai dari desa agar semakin meningkat pesat.
"Kalau dari sektor pangan, kita tadi ke toko roti Halodies yang ada di sini. Di sana kita tahu bahwa toko roti itu membeli telur ayam dari peternak dengan harga Rp27.000 per kilogram. Ini sangat baik karena jadi strategi hilirasi pangan yang kita idamkan," kata Arief.
Permodalan bagi pelaku usaha desa, lanjut Arief, nantinya dapat dijamin oleh Koperasi Desa Merah Putih tanpa memerlukan agunan, sehingga roda perekonomian desa dapat bergerak sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagaimana tercantum dalam Inpres 9/2025 mencakup beragam kegiatan, mulai dari kantor koperasi, pengadaan sembako, simpan pinjam, hingga fasilitas kesehatan dan logistik desa.
Skema koperasi tersebut dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik wilayah, potensi lokal, serta lembaga ekonomi yang telah eksis di desa atau kelurahan untuk memastikan implementasi yang efektif dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!