Bahas Sanksi FIFA, Menpora Minta Suporter Lebih Santun
📅 Rabu, 14 Mei 2025, 16:40 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Aloysius Lewokeda
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo mengajak suporter timnas sepak bola Indonesia lebih santun dalam memberikan dukungan agar terhindar dari kerugian seperti sanksi terhadap federasi sepak bola Indonesia.
"Tetap, kita harus mengedepankan kultur asli kita yaitu kesantunan," kata Dito Ariotedjo kepada awak media di Jakarta, Rabu, menanggapi sanksi FIFA (Federation Internationale de Football Association (FIFA) terhadap Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
PSSI mendapat sanksi dari FIFA imbas perilaku diskriminatif suporter ketika timnas Indonesia menjamu timnas Bahrain pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia putaran ketiga di Stadion GBK, Jakarta, Maret.
Sanksi yang diterima berupa denda senilai Rp400 juta dan harus mengurangi sekitar 15 persen dari kursi yang tersedia pada pertandingan kandang selanjutnya.
Menpora mengatakan telah memantau sanksi yang diberikan dan menurutnya, sanksi tersebut merupakan sanksi administratif yang masih ringan untuk diselesaikan PSSI.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia memahami bahwa euforia dan semangat bersatu masyarakat untuk mendukung timnas Indonesia yang sedang berjuang lolos ke Piala Dunia 2026 sangat tinggi.
Namun, dukungan terhadap timnas harus diberikan dengan cara-cara yang pantas sehingga tidak menimbulkan kerugian yang tidak diinginkan.
"Itu harus menjadi evaluasi dan juga edukasi kembali," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menpora mengatakan perilaku diskriminatif dari suporter Indonesia kemungkinan dipicu karena merasa mendapatkan ketidakadilan saat Indonesia bertandang ke markas Bahrain.
"Jadi pastinya ini saya rasa fenomena yang baru untuk masyarakat kita dan pastinya seiring waktu akan makin dewasa," katanya.
Meski demikian, Menpora menginginkan agar suporter Indonesia terus memberikan dukungan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai budaya bangsa Indonesia terutama kesantunan.
"Jadi (kesantunan) itu yang harus kita perlihatkan agar dunia tahu bagaimana ramahnya Indonesia," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!