Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

274 Siswa SMA/SMK Jawa Barar Ikuti Program Pendidikan Karakter Bersama Tentara

📅 Selasa, 13 Mei 2025, 20:30 WIB | Oleh:
274 Siswa SMA/SMK Jawa Barar Ikuti Program Pendidikan Karakter Bersama Tentara Doc: Istimewa
Ket. Sekda Jabar Herman Suryatman,

JAKARTA - Sebanyak 274 siswa SMA/SMK telah mengikuti program Pendidikan Karakter Pancawaluya dari Pemda Provinsi Jabar yang bekerja sama dengan Kodam III Siliwangi. Pendidikan Karakter Pancawaluya Jabar Istimewa ditujukan bagi siswa yang perlu penanganan khusus untuk membangun fondasi moral yang kuat melalui pembiasaan, kedisplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kesemaptaan, dan bela negara.

"Ada 274 yang saat ini tengah mengikuti pendidikan karakter kerja sama Pemdaprov Jabar dengan TNI AD," ujar Sekda Jabar Herman Suryatman, dalam keterangan resminya, Selasa (13/5).

Dia memastikan semua materi pendidikan karakter diberikan oleh tim instruktur dari TNI, dengan teknik mengajar yang sudah disesuaikan dengan anak remaja. Para peserta didik ini akan mengikuti pendidikan karakter selama 2 x 14 hari. Siswa belajar Senin – Kamis pukul 12.30 - 15.30, dan dapat ditambah di hari lain.

“Pendidikan karakter ini kemudian akan dituntaskan melalui pembelajaran dengan menghadirkan guru kunjung,” katanya.

Herman mengungkapkan, para murid akan tinggal di asrama dengan proporsi pendidikan 40 persen ceramah - motivasi - diskusi - bedah kasus, 60 persen aktivitas fisik atau praktik. Namun pola 40 – 60 bisa berubah sesuai dengan kebutuhan dan situasi.

Herman menambahkan, siswa akan mendapatkan pelatihan dengan standar isi kurikulum bela negara TNI AD, dan kurikulum pendidikan nasional. Standar prosesnya mulai dari orientasi, level dasar dan level lanjutan.

“Adapun standar pelatihnya adalah para pelatih profesional dari Dodik Bela Negara Rindam dan Disdik Jabar," jelasnya.

Setelah mengikuti pendidikan selama 28 hari, diharapkan peserta didik akan memiliki standar kompetensi pancawaluya, yakni cageur, begeur, bener, pinter, singer. Akhirnya ketika tiba saatnya nanti mereka kembali ke rumah orang tua dan bergaul dengan teman – temannya, para peserta didik tetap akan dibina oleh babinsa dan bhabinkamtibmas selama tiga bulan dan bisa diperpanjang sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, menilai, kebijakan militerisasi murid bermasalah di Jawa Barat tidak melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Hal tersebut dipastikan usai meninjau langsung para murid yang dibawa ke barak militer untuk mendapat pendidikan karakter.

Kak Seto menegaskan tidak ada hak anak yang dilanggar dalam kegiatan pendidikan karakter tersebut, meskipun dilaksanakan di lingkungan militer. Menurutnya, meskipun ada unsur kedisiplinan militer, pendekatannya tetap menggunakan bahasa anak dan menjunjung tinggi hak-hak mereka.

"Anak-anak mendapatkan hak untuk tumbuh dan berkembang, perlindungan, kesempatan menyuarakan pendapat, bahkan ada pemeriksaan kesehatan dan psikologi," tuturnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

50 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.