Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pangan Lokal Bangkitkan Ekonomi Pedesaan

📅 Minggu, 11 Mei 2025, 14:43 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pangan Lokal Bangkitkan Ekonomi Pedesaan Doc: Bapanas
Ket. Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA, Andriko Noto Susanto (kanan), melakukan kunjungan kerja ke UMKM KWT Putri 21 di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, pada Kamis (8/5)

JAKARTA – Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) terus memperkuat upaya diversifikasi pangan lokal sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional sekaligus penggerak ekonomi pedesaan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui dukungan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengembangkan produk pangan berbahan baku non-beras, seperti singkong atau mocaf (modified cassava flour).

Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi, dalam keterangannya Minggu (11/5), menekankan pentingnya peran UMKM dalam membangun ekosistem pangan lokal yang tangguh dan berkelanjutan.

“Pemberdayaan UMKM merupakan peluang emas untuk membangun ekonomi pedesaan yang mandiri. Meningkatkan konsumsi pangan lokal non-beras bukan hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tapi juga menciptakan lapangan kerja dan menambah nilai ekonomi di desa,” ujar Arief. 

Berdasarkan Direktori Konsumsi Pangan Nasional 2024 menunjukkan dominasi konsumsi beras masih tinggi, yakni 92 kg per kapita per tahun. Sementara pangan lokal lainnya seperti singkong baru mencapai 8,5 kg, kentang 2,5 kg, ubi jalar 3,1 kg, dan sagu hanya 0,6 kg per kapita per tahun.

“Ini menunjukkan betapa besarnya ruang tumbuh pangan lokal, dan UMKM adalah ujung tombaknya,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen mendukung UMKM, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA, Andriko Noto Susanto, melakukan kunjungan kerja ke UMKM KWT Putri 21 di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, pada Kamis (8/5/2025). Sebelumnya, ia juga mengunjungi UMKM Mocafetela di Kabupaten Cilacap.

“KWT Putri 21 dan Mocafetela adalah contoh sukses kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pangan lokal. Mereka memanfaatkan singkong dari petani lokal sebagai bahan baku utama, sehingga bukan hanya menekan biaya produksi, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani. Produk mereka bahkan sudah dipasarkan ke luar daerah melalui platform digital,” jelas Andriko.

KWT Putri 21 merupakan UMKM binaan NFA yang mengolah singkong menjadi produk turunan berbasis mocaf. Dukungan dari NFA mencakup penyediaan peralatan pengolahan seperti mesin packing otomatis, mesin pengayak tepung, mesin pengemas vakum, oven listrik, oven gas dua deck, dan mesin penepung.

Wiwit, Sekretaris KWT Putri 21, mengungkapkan dampak positif dari bantuan tersebut:

“Alhamdulillah, kapasitas produksi kami meningkat pesat. Dari hanya 600 pcs per produksi, kini bisa mencapai 1.500 pcs. Produk kami juga lebih bervariasi dan berkualitas, termasuk mie mocaf dan beras analog yang kini bisa tahan hingga dua tahun berkat mesin vakum.”

Dukungan juga datang dari Pemerintah Daerah, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi D.I. Yogyakarta. 

“Kami terus mendampingi KWT Putri 21, tidak hanya dengan alat, tapi juga pelatihan, pendampingan, dan business matching. Harapannya, produk lokal punya daya saing dan dapat mendorong perekonomian lokal secara berkelanjutan,” ujar Bambang, Kepala Bidang Konsumsi DPKP Prov DI Yogyakarta. 

NFA meyakini, lewat kolaborasi lintas sektor seperti ini, pola konsumsi masyarakat dapat perlahan bergeser ke pangan lokal yang lebih beragam, sehat, dan berkelanjutan. Inisiatif seperti ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
KPK Tangkap Tangan Bupati M...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

Perubahan Skor SPMB SMA/SMK Manusia Unggul Jalur Prestasi Non-Akademik Sesuai Data Riil.

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.