Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI-Australia Sepakati Langkah Konkret Tangani Penangkapan Ikan Ilegal di ZEE Dua Negara

📅 Kamis, 08 Mei 2025, 15:42 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI-Australia Sepakati Langkah Konkret Tangani Penangkapan Ikan Ilegal di ZEE Dua Negara Doc: istimewa
Ket. Aktivitas penangkapan ikan ilegal

JAKARTA-Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Otoritas Australia tingkatkan kerja sama bidang pengawasan perikanan melalui pertemuan Indonesia-Australia Fisheries Surveillance Forum (IAFSF) ke-24, yang digelar di Jakarta. Forum tahunan ini membahas sekaligus menetapkan langkah konkret penanganan praktik Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUUF) yang di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) kedua negara.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pung Nugroho Saksono (Ipunk), mengungkapkan ada beberapa hal yang dibahas pada IAFSF ke-24 yang berlangsung pada Senin kemarin. Mulai dari evaluasi implementasi kinerja tahun 2024 hingga program kerja di tahun 2025. Kerja sama Indonesia-Australia dalam pengawasan perikanan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut, khususnya di perairan perbatasan

“Tahun lalu kami telah melaksanakan berbagai kegiatan seperti patroli terkoordinasi, program kampanye publik atau Public Information Campaign (PIC), dan peningkatan kapasitas sumber daya. Di tahun ini, kami akan melakukan kembali patroli terkoordinasi, PIC, pertukaran data dan informasi pengawasan perikanan, serta peningkatan kapasitas pengawas perikanan dalam penanganan IUUF,” ujar Ipunk dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Kamis (8/5).

Ketua Delegasi Australia yang dipimpin oleh Commander Troy Van Tienhoven, OAM, RAN Chief of Operation, Maritime Border Command, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kerja sama Australia dengan Indonesia yang sudah berjalan sejak tahun 2007 atau kurang lebih 18 tahun, memberi manfaat dalam menyelesaikan permasalahan perikanan kedua negara, sehingga perlu ditingkatkan.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh CEO Australian Fisheries Management Authority (AFMA), Operation Commander Australian Border Force (ABF), Direktur Intelligence dari Maritime Border Command (MBC), Minister Counsellor Kedutaan Besar Australia di Jakarta, serta pimpinan dari Ditjen. PDSKP, Ditjen Perikanan Tangkap, dan Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sebelumnya menegaskan bahwa Indonesia akan terus berkomitmen untuk mendorong praktik perikanan yang bertanggung jawab sesuai dengan program prioritas Ekonomi Biru. Penyelenggaraan IAFSF ke-24 menunjukkan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Australia diperlukan untuk meningkatkan pengawasan perikanan yang lebih efektif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.