Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investor Panik! Sektor Properti Seret IHSG ke Zona Merah

25 Kamis, 08 Mei 2025, 18:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Investor Panik! Sektor Properti Seret IHSG ke Zona Merah Investor Panik! Sektor Properti Seret IHSG ke Zona Merah Doc: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja.
Ket. Ilustrasi - Pekerja melintasi layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA - Pasar saham akhirnya mengakhir tren positif, Kamis ini. Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipengaruhi sikap kecewa pasar terhadap data penurunan cadangan devisa Indonesia pada April lalu. 

Selain itu, pasar tengah cemas-cemas harap terhadap prospek kebijakan moneter di Inggris. 

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (8/5) sore, ditutup melemah 98,48 poin atau 1,42 persen ke posisi 6.827,75, dipimpin oleh saham-saham sektor properti. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 13,29 poin atau 1,71 persen ke posisi 763,76.

“Kondisi secara teknikal yang sudah overbought, serta data cadangan devisa yang turun memicu terjadinya profit taking setelah IHSG mengalami reli sekitar sebulan terakhir," ujar Senior Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan di Jakarta, Kamis (8/5).

Dari dalam negeri, data cadangan devisa Indonesia periode April 2025 turun dari 157,1 miliar dolar Amerika Serikat (AS) menjadi 152,5 miliar dolar AS, yang merupakan level terendah sejak November 2024.

Penurunan ini disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

Meskipun demikian, cadangan devisa ini masih setara 6,4 bulan impor atau 6,2 bulan impor dan pembiayaan utang luar negeri pemerintah, atau jauh di atas standar kecukupan internasional 3 bulan impor.

Dari mancanegara, pasar mengantisipasi penurunan suku bunga oleh The Bank of England (BoE) sebesar 25 basis poin menjadi 4,25 persen pada Kamis (08/05), di tengah kekhawatiran akan perlambatan ekonomi akibat tarif.

Inggris dilaporkan juga akan menjadi negara pertama yang menandatangani kesepakatan dagang dengan AS.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang menguat sebesar 1,02 persen, diikuti oleh sektor kesehatan yang naik sebesar 0,62 persen.

Sedangkan, sembilan sektor menurun yaitu sektor properti turun paling dalam minus sebesar 2,61 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan teknologi yang masing-masing turun sebesar 1,88 persen dan 1,43 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DKHH, TGUK, SURI, BEER dan JATI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BATR, PPRI, DMAS, PNSE dan OPMS.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.622.445 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 38,44 miliar lembar saham senilai Rp14,85 triliun. Sebanyak 228 saham naik 393 saham menurun, dan 184 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 148,97 poin atau 0,41 persen ke 36,928,63, indeks Shanghai menguat 9,33 poin atau 0,28 persen ke 3.352,00, indeks Kuala Lumpur melemah 7,16 poin atau 0,46 persen ke 1.542,74, dan indeks Strait Times melemah 17,15 poin atau 0,44 persen ke 3.842,22.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Pelatda Cabang Olahraga Petanque Kota Bogor

1.5 jam yang lalu | Winoto Wahyu

Olahraga
Pelatda Cabang Olahraga Pet...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.