Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RKP 2026 Prioritaskan Kedaulatan Pangan, Energi, dan Penguatan Ekonomi Produktif

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 01:00 WIB | Oleh:
RKP 2026 Prioritaskan Kedaulatan Pangan, Energi, dan Penguatan Ekonomi Produktif Doc: Dok Kementerian PPN/Bappenas
Ket. Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) Tahun 2025 dan Kick Off Meeting Penyusunan RKP Tahun 2026 di Jakarta, Senin (5/5).

Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) mengumumkan bahwa Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026 mengusung tema “Kedaulatan Pangan dan Energi, serta Ekonomi yang Produktif dan Inklusif”.

“Tema ini merefleksikan upaya kita untuk memperkuat ketahanan domestik menjawab tantangan global dan memastikan pembangunan yang berdampak nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) Tahun 2025 dan Kick Off Meeting Penyusunan RKP Tahun 2026 di Jakarta, Senin (5/5).

Sepertidikutip dari Antara, ketahanan pangan dan energi disebut menjadi prasyarat menuju kemandirian bangsa, sementara produktivitas dan inklusivitas ekonomi menjadi jembatan untuk mencapai pertumbuhan yang berkualitas merata dan berkeadilan

Tema ini juga menjadi landasan awal dalam mewujudkan 8 Prioritas Nasional (PN) sesuai dengan visi-misi Presiden dan Wakil Presiden sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Tema dan PN tersebut direfleksikan dalam sasaran utama RKP tahun 2026 yang dirancang guna menjaga kesinambungan pembangunan nasional sekaligus mendorong percepatan transformasi.

Kesinambungan itu tercermin dalam upaya mencapai sasaran pembangunan tahun 2026 yang didasarkan pada masing-masing pilar Trisula Pembangunan, dan diterjemahkan dalam target indikator terukur.

Beberapa sasaran pembangunan tahun 2026 dalam pilar pertumbuhan tinggi berkelanjutan mencakup pertumbuhan ekonomi 5,8-6,3 persen, penurunan intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) 37,14 persen, Gross National Income (GNI) per kapita 5.870 per dolar Amerika Serikat (AS), serta indeks kualitas lingkungan hidup 76,67.

Pada pilar penurunan kemiskinan, ditargetkan tingkat kemiskinan ekstrem menjadi 0 persen, tingkat kemiskinan 6,5-7,5 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 4,44-4,96, serta rasio gini 0,377-0,380.

Terakhir, untuk pilar sumber daya manusia berkualitas, indeks modal manusia ditargetkan mencapai 0,57.

“Kita harapkan bahwa semua sasaran ini hanya dapat dicapai apabila kita memastikan efektivitas program dan anggaran di seluruh kementerian, lembaga, dan daerah bisa kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Rachmat Pambudy.

Penekanan prioritas pembangunan pada RKP 2025 terdiri dari lima direktif Presiden dan program-program lain yang konkret, terukur, dan berdampak yang tersebar dalam seluruh PN.

Indonesia Emas

Prioritas pembangunan nasional pada 2026 terbagi menjadi dua klaster utama, yaitu kedaulatan pangan dan energi, serta ekonomi yang produktif dan inklusif.

Untuk klaster pertama, dicanangkan optimalisasi Badan Urusan Logistik (Bulog), pelaksanaan lumbung pangan (food estate), peningkatan bauran ethanol dan biodiesel, energi terbarukan, pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terintegrasi hulu ke hilir, dan pengelolaan sampah.

Pada klaster kedua, ditargetkan percepatan renovasi sekolah, ekosistem Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah unggulan, cek kesehatan, percepatan rumah sakit daerah, digitalisasi pendidikan, sekolah rakyat, reformasi birokrasi, kemudahan berbisnis, ketertarikan investasi, komponen cadangan, pemenuhan alusista, lalu penguatan kemampuan teritorial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.