Perseteruan Mengancam Ambisi Jepang Menjadi Raksasa Bola Basket Dunia
📅 Selasa, 06 Mei 2025, 09:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraWatanabe juga khawatir masalah komunikasi ini dapat merusak persiapan B. League untuk bertransformasi menjadi B. League Premier pada musim 2026–2027. Liga berencana memperkenalkan sistem batas gaji (salary cap) serta meningkatkan jumlah pemain asing di lapangan dari dua menjadi tiga orang.
Rencana tersebut telah memicu ketegangan dengan asosiasi pemain, yang khawatir bahwa langkah ini akan mengurangi kesempatan pemain Jepang untuk bermain dan mengurangi penghasilan mereka.
Shimada menegaskan bahwa perubahan ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas permainan dan mengejar ketertinggalan antar tim agar pertandingan semakin menarik bagi penonton.
Di tengah periode penting ini, Watanabe meminta semua pihak untuk bekerja sama. “Saya khawatir jika liga ini disebut sebagai liga Jepang, tetapi di lapangan justru pemain Jepang sangat sedikit,” ujar Watanabe.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Bagi penonton yang ingin menonton basket level tinggi mungkin tidak masalah, tetapi bagi mereka yang ingin mendukung pemain Jepang, akan ada jarak emosional yang tercipta.”
Watanabe berharap antusiasme fans yang terus meningkat tidak akan surut. “Banyak fans yang datang, tapi saya khawatir apakah itu akan berlanjut,” tutupnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!