Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peringatan Keras ADB: Tantangan Asia Pasifik Tak Bisa Diatasi Sendiri!

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 15:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peringatan Keras ADB: Tantangan Asia Pasifik Tak Bisa Diatasi Sendiri! Doc: ANTARA/REUTERS/Cheryl Ravelo
Ket. Ilustrasi - Kantor pusat Asian Development Bank (ADB) di Filipina.

JAKARTA - Perubahan iklim merupakan salah satu bentuk gejolak global yang paling menonjol. Peningkatan suhu, pola cuaca yang tidak teratur, dan kenaikan permukaan air laut adalah beberapa contoh nyata dari dampak perubahan iklim yang menyebabkan ketidakstabilan global. 

Perubahan iklim dan gejolak global memiliki dampak yang luas dan signifikan pada berbagai aspek kehidupan manusia dan lingkungan, termasuk kesehatan, ekonomi, dan keamanan pangan. Dampak-dampak ini dapat memicu konflik, migrasi, dan berbagai masalah sosial lainnya. 

Presiden Asian Development Bank (ADB) Masato Kanda menyerukan aksi kolektif untuk mengatasi tantangan kompleks yang dihadapi kawasan Asia dan Pasifik termasuk guncangan eksternal dan perubahan iklim, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kesejahteraan regional.

Hal itu diungkapkan Masato dalam Sesi Pembukaan Pertemuan Tahunan ke-58 Dewan Gubernur ADB di Milan, Italia, Senin (5/5) waktu setempat.

"Guncangan eksternal, beban utang, dan perubahan iklim sangat membebani masyarakat dan perekonomian di kawasan ini. Namun, kami tidak memulai dari nol. Pertumbuhan tetap solid, perdagangan dan integrasi ekonomi semakin dalam, rantai pasokan semakin beragam, serta konektivitas dan inovasi digital semakin cepat," ujar Masato, dalam keterangan di Jakarta, Selasa (6/5).

Masato menuturkan ketidakpastian yang dihadapi Asia dan Pasifik juga merupakan peluang untuk membangun masa depan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

"Ketidakpastian bukanlah alasan untuk mundur. Ini adalah panggilan untuk menjadi lebih berani, bergerak lebih cepat, dan bekerja lebih erat daripada sebelumnya," tuturnya.

Pertemuan tahunan kali ini menyoroti empat area fokus yang menjadi pusat untuk mendorong perubahan transformasional di seluruh kawasan Asia dan Pasifik.

Pertama, untuk mengatasi kerentanan sistem pangan di kawasan ini, ADB akan meningkatkan pembiayaan untuk transformasi sistem pangan menjadi 40 miliar dolar AS pada 2030.

Dukungan tersebut akan memperkuat sistem pangan di seluruh kawasan, membangun ketahanan dari pertanian hingga pasar, melindungi alam dan keanekaragaman hayati, meningkatkan gizi, dan memacu pembiayaan agribisnis, dengan fokus pada pemberdayaan perempuan dan pemanfaatan teknologi.

Kedua, ADB berinvestasi dalam teknologi digital untuk meningkatkan akses ke pendidikan, keuangan, dan pasar.

Ketiga, ADB berinvestasi dalam memodernisasi dan menghubungkan sistem energi, termasuk kesiapan untuk memberikan komitmen hingga 10 miliar dolar AS guna mendukung pekerjaan pada ASEAN Power Grid.

Keempat, ADB memperdalam investasi untuk membangun ketangguhan dengan memperkuat infrastruktur, memulihkan dan melindungi ekosistem, serta membantu masyarakat yang rentan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

ADB juga menegaskan kembali komitmennya untuk meningkatkan pembangunan sektor swasta, dengan target untuk meningkatkan pembiayaan sektor swasta empat kali lipat menjadi 13 miliar dolar AS per tahun pada 2030.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Bogor Kerahkan 190 Penyuluh...

Polda Metro Rilis 3 Kejahatan Utama

11 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Polda Metro Rilis 3 Kejahat...
Nasional
Investasi Berkelanjutan Per...
Luar Negeri
Bank Dunia Pangkas Target P...
Luar Negeri
Reformasi PBB Dinilai Mende...

Ketahanan Pangan Butuh Adaptasi Iklim

16 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Ketahanan Pangan Butuh Adap...
Shell dan Pertamina Kompak Pangkas Harga BBM Per 1 Juli 2026, Intip Siapa Paling Murah!

Shell dan Pertamina Kompak Pangkas Harga BBM Per 1 Juli 2026, Intip Siapa Paling Murah!

01 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.