Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ouahbi: Maroko Kini Dihormati Dunia Usai Tumbangkan Belanda

📅 Rabu, 01 Jul 2026, 00:20 WIB | Oleh:
Ouahbi: Maroko Kini Dihormati Dunia Usai Tumbangkan Belanda Doc: FIFA
Ket. Mohamed Ouahbi dan pemain timnas Maroko.

MONTERREY – Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi menegaskan bahwa tim asuhannya kini telah mendapatkan pengakuan dunia setelah menyingkirkan Belanda lewat adu penalti pada Piala Dunia 2026, Selasa (30/6) siang WIB. Kemenangan dramatis tersebut disebut bukan sekadar hasil pertandingan, tetapi juga simbol kebangkitan sepak bola Maroko di panggung global.

Maroko memastikan tiket ke babak 16 besar setelah menang 3-2 dalam drama adu penalti, usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Kiper Yassine Bounou menjadi salah satu pahlawan setelah menggagalkan eksekusi Crysencio Summerville, sebelum Ismael Saibari memastikan kemenangan lewat tendangan penentu.

Di babak selanjutnya, Maroko akan menghadapi tuan rumah Kanada, dalam laga yang diprediksi berlangsung ketat.

“Maroko kini telah mendapatkan respek dari semua orang,” ujar Ouahbi kepada awak media. “Bukan karena apa yang kami katakan, tetapi karena apa yang sudah kami tunjukkan di lapangan.”

Ouahbi, yang sebelumnya menangani tim U-20 Maroko sebelum naik ke level senior, menegaskan bahwa motivasi para pemainnya jauh melampaui sekadar hasil pertandingan.

“Tim ini, termasuk seluruh kelompok usia di Maroko, bertarung untuk sesuatu yang jauh lebih besar daripada sepak bola,” lanjutnya. “Di belakang kami ada jutaan orang. Kami bermain saat pukul dua pagi di Maroko, dan kami yakin banyak orang tetap terjaga. Itu memberi kami energi untuk tidak menyerah.”

Meski menang lewat adu penalti, Ouahbi mengklaim Maroko sebenarnya tampil dominan sepanjang laga. Ia menyebut penguasaan bola, jumlah peluang, hingga expected goals berada di pihak timnya.

“Kami benar-benar mendominasi Belanda,” tegasnya. “Kami punya 70 persen penguasaan bola, lebih banyak tembakan, dan peluang lebih besar. Kami mengontrol pertandingan.”

Ia juga menilai pendekatan bertahan Belanda justru menjadi bukti meningkatnya status Maroko di kancah internasional.

“Saya tidak menyangka mereka akan bermain sangat bertahan, karena Belanda biasanya tim yang suka menguasai bola. Saya melihat itu sebagai bentuk respek terhadap kami,” ujarnya.

Ouahbi menambahkan bahwa pencapaian Maroko sejak mencapai semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar telah mengubah mentalitas tim dan masyarakat sepak bola di negara tersebut.

“Dalam beberapa tahun terakhir, pemain kami percaya diri, dan para pendukung juga percaya kepada kami,” katanya.

Menatap laga melawan Kanada di babak 16 besar, Ouahbi tetap realistis namun penuh keyakinan. “Tidak ada yang bisa menghentikan kami jika kami bermain dengan cara kami,” ujarnya. “Tapi tidak ada tim yang tidak bisa dikalahkan. Jika kami melakukan kesalahan, kami bisa pulang.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

25 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.