Paparan Sinar Matahari dari Jendela Dapat Kurangi “Morning Fatigue”
📅 Selasa, 06 Mei 2025, 07:26 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Josep LAGO/AFP
TELAH banyak diketahui efek kurang tidur dapat berbahaya bagi kesehatan bahkan nyawa. Namun dengan sekadar mendapatkan lebih banyak waktu tidak tidak selalu memungkinkan dan itu juga bukan obat mujarab. Pasalnya masih banyak orang masih mengalami kelelahan di pagi hari (morning fatigue) bahkan setelah tidur semalaman penuh.
Kelelahan di pagi hari adalah kondisi di mana seseorang merasa sangat lelah, lesu, atau tidak bertenaga saat bangun tidur, meskipun secara teknis sudah tidur cukup lama di malam sebelumnya. Ini bukan hal yang sama dengan sekadar merasa “belum sepenuhnya bangun,” tapi lebih kepada kelelahan fisik dan mental yang menetap setelah bangun.
Olahraga dapat membantu kelelahan di pagi hari lainnya adalah membatasi konsumsi makanan dan alkohol sebelum tidur. Cara lainnya menurut studi terbaru dari para peneliti di Universitas Metropolitan Osaka di Jepang adalah dengan paparan sinar matahari sebelum bangun dapat secara efektif mengatasi hal tersebut.
Penelitian sebelumnya menunjukkan paparan cahaya buatan sebelum bangun dapat mengurangi kelelahan di pagi hari dengan meniru sinyal alami matahari terbit. Namun, tidak mudah untuk mendistribusikan cahaya buatan dengan cara yang sama seperti matahari terbit menerangi permukaan Bumi.
“Simulasi fajar biasanya terdiri dari sumber cahaya kecil yang diletakkan di meja samping tempat tidur, dengan posisi yang relatif rendah (biasanya setinggi mata pengguna) dan cahaya yang terarah kuat,” kata Daisuke Matsushita, seorang ilmuwan desain lingkungan hidup di Universitas Metropolitan Osaka.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Setiap gerakan pengguna yang tidak disengaja, seperti membalikkan badan atau mengubah posisi di tempat tidur, dapat menyebabkan fluktuasi paparan cahaya selama tidur, yang berpotensi menyebabkan ketidakstabilan,” tambahnya dalam publikasi di jurnal Building and Environment.
Mungkin ada cara untuk mencegah masalah tersebut, seperti memasang simulator fajar di langit-langit. Namun perlu dicatat bahwa di sebagian besar wilayah fajar yang sebenarnya terjadi di luar setiap pagi, menyediakan layanan non-simulasi secara gratis.
Jika seseorang tinggal di tempat yang tidak terganggu oleh polusi cahaya, membiarkan gorden atau tirai terbuka di malam hari, menikmati kegelapan dengan gembira hingga fajar dapat membantu. Sayangnya tidak semua orang memiliki pilihan itu, karena lampu buatan luar ruangan ada di mana-mana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa orang mengatasi hal ini dengan perangkat seperti gorden bermotor yang dapat menghalangi cahaya di malam hari dan membuka kembali pada waktu yang ditentukan setiap pagi. Jadi, para peneliti ingin menguji kemanjuran pendekatan ini.
Mereka menggunakan uji coba acak terkontrol silang, sebuah desain studi di mana setiap subjek menerima masing-masing dari beberapa intervensi dalam serangkaian eksperimen, yang memungkinkan mereka untuk berfungsi sebagai kontrol mereka sendiri.
Perbandingan ‘silang’ antara peserta dengan diri mereka sendiri membantu meminimalkan pengaruh dari perbedaan individu dalam faktor-faktor seperti kesehatan, usia, atau genetika. Hal ini meningkatkan akurasi statistik dari hasil, yang berarti lebih sedikit peserta yang dibutuhkan untuk menghasilkan wawasan yang berarti.
Dalam ujicoba para penulis merekrut 19 mahasiswa, berusia antara 20 dan 30 tahun. Mereka diminta melaporkan secara teratur tidur pada hari kerja antara pukul 11 malam dan 1 pagi dan bangun antara pukul 7 dan 9 pagi.
Subjek tidur di laboratorium universitas yang dilengkapi seperti kamar tidur. Semua jendela ditutupi kecuali satu yang menghadap ke timur, menjadikannya satu-satunya sumber cahaya alami yang bisa masuk ke ruangan itu.
Para peneliti memasang tirai pelindung cahaya pada jendela yang menghadap ke timur, ditambah perangkat bermotor yang dapat mereka atur untuk membuka tirai pada waktu tertentu setiap pagi, menariknya perlahan-lahan dengan kecepatan 5 milimeter (0,2 inci) per detik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!