Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inklusi Keuangan Ngebut! 7 Kelompok Ini Jadi Target Utama Pemerintah

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inklusi Keuangan Ngebut! 7 Kelompok Ini Jadi Target Utama Pemerintah Doc: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Ket. Pelaku pasar modal memberikan pelatihan kepada mahasiswa saat acara Literasi dan Inklusi Keuangan Indonesia di Kampus UIN Syarief Hidayatullah, Tangerang Selatan, Banten.

JAKARTA – Inklusi keuangan memberikan akses ke layanan keuangan yang dapat membantu individu dan keluarga untuk mengelola keuangan mereka dengan lebih baik, menabung, dan berinvestasi, sehingga meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka. Dengan adanya akses ke layanan keuangan, pelaku usaha kecil dan menengah dapat mengembangkan bisnis mereka, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Inklusi keuangan dapat mengurangi risiko keuangan, meningkatkan literasi keuangan masyarakat, dan mendorong penggunaan produk keuangan yang tepat, sehingga meningkatkan stabilitas keuangan secara keseluruhan. Inklusi keuangan berperan penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi desa, karena memberikan akses terhadap layanan keuangan yang memadai, sehingga masyarakat desa dapat meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat ketahanan finansial mereka.

Pemerintah menyasar tujuh segmen populasi untuk memacu tingkat inklusi keuangan di Indonesia, sebagaimana yang ditunjukkan dari Kajian Pemetaan Inklusi Keuangan: Percepatan Akses Layanan Keuangan untuk Kelompok Sasaran. Kajian itu merupakan hasil kerja sama antara Dewan Nasional Inklusi Keuangan (DNKI) dengan Tony Blair Institute.

“Dokumen ini berfungsi sebagai perangkat implementasi dasar untuk mendukung percepatan inklusi keuangan dan kepemilikan rekening, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto,” kata Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon dalam Indonesia International Financial Inclusion Summit (IFIS) 2025 di Jakarta, Selasa (6/5).

Ketujuh segmen itu di antaranya perempuan; pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (dengan fokus terhadap penyandang disabilitas dan lansia); pelajar/santri, mahasiswa, dan pemuda; masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar); pekerja migran Indonesia (PMI); pelaku usaha mikro dan kecil; serta masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Dengan memusatkan perhatian terhadap ketujuh segmen itu, Pemerintah berupaya memastikan tiap program inklusi keuangan dirancang dengan tepat dan selaras terhadap kondisi, kebutuhan, dan aspirasi unik masing-masing kelompok masyarakat.

Ali menambahkan, Pemerintah terus memprioritaskan kelompok masyarakat yang kurang terlayani. Kelompok-kelompok itu kerap menghadapi kekurangan akses terhadap infrastruktur digital publik yang memadai dan pengetahuan mengenai produk keuangan yang dapat meningkatkan penghidupan.

Hal itu yang melandasi lahirnya Kajian Pemetaan Inklusi Keuangan: Percepatan Akses Layanan Keuangan untuk Kelompok Sasaran, untuk menjadi panduan bagi pemerintah, terutama pemerintah daerah, yang berada di garis depan inklusi keuangan.

Ali juga menyampaikan bahwa komitmen Pemerintah dalam mendorong inklusi keuangan terlihat jelas pada target yang ditetapkan dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, yaitu memberikan akses kepemilikan rekening keuangan formal sebesar 91 persen pada tahun 2025, 93 persen pada tahun 2029. Menargetkan tingkat inklusi keuangan mencapai 98 persen pada tahun 2045.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Air Baku PDAM Bangka Tengah...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.