Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

828 Warga Sampang Positif Tuberkulosis

📅 Senin, 11 Agu 2025, 23:25 WIB | Oleh:
828 Warga Sampang Positif Tuberkulosis Doc: Antara
Ket. Dokumen sosialisasi pencegahan TBC di Puskesmas Pulau Mandangin, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Sampang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sampang, Jawa Timur menemukan sebanyak 828 warga di wilayah itu positif mengidap penyakit tuberkulosis (TBC) dan saat ini mereka mendapatkan perawatan khusus dari tim medis setempat.

"Jumlah penderita TBC ini, berdasarkan laporan dari 14 puskesmas yang ada di kabupaten itu, terhitung mulai Januari hingga Juli 2025 ini," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Sampang Dwi Herlinda Lusi Harini di Sampang, Senin.

Ia menjelaskan, dari jumlah itu, sekitar 88 persen di antaranya sudah mendapatkan pengobatan dan kini kondisinya mulai membaik.

Menurut Harini, TBC merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis.

"Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan organ tubuh yang diserang biasanya adalah paru-paru, tulang belakang, kulit, otak, kelenjar getah bening, dan jantung," katanya.

Bakteri ini, sambung dia, menyebar ketika seseorang menghirup percikan ludah (droplet) saat penderita TBC batuk, berbicara, bersin, tertawa, atau bernyanyi.

Meski TBC dikategorikan sebagai penyakit menular, penularan penyakit ini tidak secepat pilek dan flu.

Harini lebih lanjut menjelaskan, ada beberapa kelompok yang berisiko tinggi tertular TBC.

Di antaranya, orang yang tinggal di pemukiman padat dan kumuh, petugas medis yang sering merawat penderita TBC, lalu orang lanjut usia (lansia) dan anak-anak, serta pengguna NAPZA (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif).

Berikutnya, penderita penyakit ginjal stadium lanjut, orang yang mengalami kekurangan gizi, penderita kecanduan alkohol, perokok, dan orang dengan kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita HIV/AIDS, kanker, diabetes, dan orang yang menjalani transplantasi organ.

Demikian juga sambung Harini, dengan orang yang sedang dalam terapi obat imunosupresif, seperti penderita lupus, psoriasis, rheumatoid arthritis, atau penyakit crohn juga berpotensi tertular dengan cepat terhadap jenis penyakit ini, katanya menambahkan.

Plt Kepala Dinkes Sampang Dwi Herlinda Lusi Harini lebih lanjut menjelaskan, selain melakukan pengobatan khusus, pihaknya juga menggencarkan sosialisasi kepada warga untuk mencegah penularan penyakit tersebut.

"Sementara ini, sosialisasi kamu fokuskan kepada keluarga terdekat dan tetangga pasien, sebagai antisipasi penularan," katanya.

Sementara itu, menurut data Dinkes Kabupaten Sampang, jumlah warga yang positif menderita TBC kali ini lebih sedikit dibanding sebelumnya.

Pada 2024, warga Sampang yang menderita TBC terdata sebanyak 913 kasus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Daerah
Kabut Asap Mengancam Keseha...
Luar Negeri
Utang Meningkat, Rakyat Jep...
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.