Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BRIN Pilih Jateng Jadi Tempat Riset Padi Biosalin dan Pentasol, Ini Alasannya

📅 Selasa, 06 Mei 2025, 10:31 WIB | Oleh:
BRIN Pilih Jateng Jadi Tempat Riset Padi Biosalin dan Pentasol, Ini Alasannya Doc: Pemprov Jateng
Ket. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama perwakilan BRIN.

SEMARANG - Provinsi Jawa Tengah dipilih oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebagai tempat uji coba inovasi pengembangan padi Biosalin dan bahan bakar Pentasol.

Peneliti Ahli Utama di Organisasi Riset Energi Manufaktur BRIN Tri Martini Patria, di Semarang, Selasa, menerangkan bahwa inovasi padi Biosalin yang ditanam di pesisir Jateng sudah diuji coba di Kota Semarang.

Ia menyebutkan bahwa potensi lahan marjinal di pesisir Jateng mencapai 15.000 hektare, dan saat ini baru dieksplorasi 500 ha.

Dari benih padi varietas Biosalin 1 dan 2, kata dia, estimasi produksi gabah kering maksimal bisa mencapai 9-10 ton per ha, namun mengingat penanaman padi Biosalin yang memanfaatkan lahan marjinal maka panen di bawah 9 ton per ha masih tergolong bagus.

"Terakhir kami panen 6,9 ton gabah kering per ha. Percontohannya di Kota Semarang," katanya, seraya mengatakan telah beraudiensi juga dengan Gubernur Jateng.

Dua varietas padi yang tahan air payau itu, kata dia, sedang diperbanyak jumlahnya oleh BRIN dan sudah bisa ditanam di Kabupaten Brebes, Cilacap, dan Jepara.

Sedangkan untuk produksi pentasol dari sampah plastik, Martono mengaku juga sudah diujicobakan juga di Kota Semarang.

"Dalam produksinya, 1 kilogram sampah plastik bisa menghasilkan 85-90 persen bahan bakar alternatif setara Dexlite," katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mendukung program BRIN yang menjadikan wilayahnya sebagai tempat riset padi Biosalin dan bahan bakar Pentasol.

Kedua hasil riset tersebut, kata dia, membantu mewujudkan Jateng sebagai provinsi mandiri pangan dan energi.

"Terima kasih telah memberikan kerja tematik di Jateng, di antaranya pengelolaan sampah (plastik) menjadi bahan bakar cair Pentasol. Kemudian ada daerah pesisir yang harusnya tidak bisa ditanami padi karena airnya payau, kini sudah bisa ditanami," katanya.

Luthfi meminta agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera terlibat dalam riset tersebut sehingga diharapkan produksi beras Jateng bisa meningkat untuk menunjang ketahanan pangan wilayah dan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.